Akhirnya KPU Resmi Gelar Pleno Hari Ini | Pasific Pos.com

| 18 August, 2019 |

 Ketua KPU Merauke, Theresia Mahuze, SH (foto:iis) Ketua KPU Merauke, Theresia Mahuze, SH (foto:iis)

Akhirnya KPU Resmi Gelar Pleno Hari Ini

Papua Selatan Penulis  Minggu, 21 Juli 2019 21:11 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

‘Pengamanan Ketat Di Tiga Titik’



MERAUKE,ARAFURA,-Setelah sempat mengalami penundaan, KPU hari ini, Senin (22/7) akhirnya dapat melaksanakan pleno yang tentunya sudah dinantikan oleh banyak orang. Pleno terkait dengan perolehan kursi dan calon terpilih hasil pileg beberapa waktu lalu itu akan berlangsung mulai jam 9 pagi ini dipusatkan di Gedung Bella Fiesta. Sebelumnya, pada Jumat (19/7) lalu KPU Merauke juga telah menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah pihak terkait termasuk aparat keamanan guna mempersiapkan segala sesuatunya demi kelancaran pleno hari ini.

Ketua KPU Merauke, Theresia Mahuze, SH kepada wartawan di ruang kerjanya usai rapat mengungkapkan bahwa sejumlah pihak yang dilibatkan dalam rapat koordinasi tersebut antara lain TNI, Polri, Kesbangpol dan Bawaslu. Menurut Theresia, yang namanya rapat pleno erat kaitannya dengan pengamanan sehingga telah siagakan sekitar 120 personil dimana 90 personil akan disiagakan di Bella Fiesta, 10 personil siaga di Bawaslu dan 10 sisanya di Kantor KPU. Jadi ada tiga titik pengamanan yang dijaga ketat. Adapun sejumlah pihak yang diundang dalam pleno antara lain unsur Muspida, saksi-saksi dan pihak partai. Khusus untuk para saksi diwajibkan menggunakan Id card sehingga lebih tertib.

“Memang pleno sempat tertunda yang awalnya direncanakan 4 Juli lalu namun ditunda karena ada petunjuk terbaru dari KPU RI. Jadi saya perlu kembali menjelaskan agar tidak ada kesimpangsiuran mengingat masyarakat banyak yang menanyakan tentang penundaan ini. Jadi bagi daerah yang tidak terdapat Perselisihan Hasil Pemilu (PHPU) maka dapat melaksanakan penetapan 3 hari paling lambat setelah MK mencatat permohonan PHPU dalam BRPK,”jelasnya. Perlu diketahui, dari 29 KPU yang ada di kabupaten/kota se-Provinsi Papua , hanya Kabupaten Merauke yang tidak mengalami sengketa dan tidak ada rekomendasi Bawaslu di kabupaten maupun provinsi. Siap melaksanakan pleno tanggal 4 Juli, tiba-tiba H-1 pihaknya mendapat surat edaran lagi dari KPU pada tanggal 3 Juli 2019 yang meminta bagi seluruh KPU di provinsi maupun kabupaten/kota menunda pelaksanaan penetapan.

Pasalnya MK masih menunggu surat dari Panitera yang menjelaskan tentang daftar daerah yang terdapat permohonan PHPU. Lalu pada tanggal 17 Juli 2019 lalu pihaknya kembali mendapat surat edaran KPU RI yang menyampaikan bahwa KPU RI telah menerima surat dari MK sehingga paling lambat 5 hari setelah MK menerima surat tersebut maka KPU provinsi dan kabupaten/kota sudah harus melaksanakan penepatan.

Dibaca 40 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX