Listrik Padam 10 Jam, Ini Penjelasan PLN Papua | Pasific Pos.com

| 24 August, 2019 |

Perbaikan jaringan listrik. Perbaikan jaringan listrik.

Listrik Padam 10 Jam, Ini Penjelasan PLN Papua

Kota Jayapura Penulis  Minggu, 21 Juli 2019 13:40 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura – Humas PT PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Septian Dwi Pujianto menjelaskan, pemadaman listrik terencana mulai pukul 08.00 hingga 18.00 WIT atau kurang lebih 10 jam di wilayah Abepura dan sekitarnya pada Sabtu (20/7/2019) disebabkan adanya pemeliharaan jaringan listrik.

“Kita melakukan pemeliharaan di Gardu Induk (GI) Skyland dan GI Holtekamp sehingga menyebabkan sebagian besar wilayah Abepura mengalami pemadaman. Di GI, kita melakukan pergantian beberapa komponen sekaligus pemeliharaan untuk meningkatkan keandalan mesin menyambut perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX, sehingga tidak ada suplai daya sampai 18 Megawatt,” jelas Septian, Sabtu (20/7/2019).

“Meski telah dilakukan pemeliharaan, kami tak dapat memprediksi gangguan yang akan terjadi lagi, namun kami terus berupaya untuk menjaga keandalan sistem. Kita akan membagi per jalur sehingga kalau ada gangguan itu hanya satu titik, tidak menyebar,” ujarnya lagi.
Mengenai kompensasi untuk pelanggan terkait pemadaman listrik terencana yang cukup lama, Septian mengungkapkan terlebih dulu berkoordinasi dengan Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM di pusat.

“Kompensasi bisa kita bayarkan Alan tetapi dikoordinasikan karena memang ada aturannya mengenai hal itu,” kata Septian.

Pihaknya menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut. Dia juga menyampaikan bahwa apabila terjadi listrik padam di luar dari jadwal yang tertera, maka dapat dipastikan hal tersebut terjadi karena adanya gangguan.

“Jika mengalami hal tersebut, pelanggan dapat langsung menghubungi Contact Center 123 agar gangguan dapat ditangani dengan segera dan pasokan listrik dapat kembali normal,” imbuhnya. (Zulkifli)

Dibaca 85 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.