Jaga Bebersihan Pasar Dengan Tidak Meludah Pinang Sembarangan | Pasific Pos.com

| 21 October, 2019 |

Kepala Disperindagkop dan UKM Kota Jayapura, Robet L.N. Awi Kepala Disperindagkop dan UKM Kota Jayapura, Robet L.N. Awi

Jaga Bebersihan Pasar Dengan Tidak Meludah Pinang Sembarangan

Kota Jayapura Penulis  Jumat, 19 Juli 2019 22:12 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

 

Caption Foto:  saat diwawancara

Laporan : Ramah

JAYAPURA - Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) mengeluarkan surat pemberitahuan, yang ditujukan kepada pengunjung dan pedagang di Pasar Regional Youtefa.

Dalam surat pemberitahuan tersebut, ada lima poin yang disampaikan, yaitu dilarang berjualan pinang, dilarang makan pinang, setiap pedagang kios dan los wajib menyediakan tempat sampah, setiap pedagang wajib menggunakan alat timbang, takar, dan ukur, serta dilarang menggunakan kantong plastik.

Kadisperindagkop dan UKM Kota Jayapura, Robert L.N. Awi menyatakan salah satu poin penting yang perlu diperhatikan pengunjung dan pedagang, yaitu dilarang makan pinang dan jualan pinang ojek (pinang, sirih, dan kapur dalam satu tumpukan isi 2-5 buah) diseluruh pasar di Kota Jayapura sebab langsung dikonsumsi.

"Saya itu kesal, tahun lalu sudah dua kali saya minta teman-teman di Pasar Youtefa untuk melakukan pembersihan, dan pengecetan kembali. Ini kejadiannya sudah dua tahun berturut-turut terjadi," ujar Robert di Kantor Wali Kota Jayapura, Jumat (19/7/19).

Diungkapkan Robert, area pasar yang baru di cat, keesokan harinya ludah pinang sudah bertebaran dimana-mana. Bahkan, sementera lagi dilakukan pengecetan, sudah ada lagi ludah pinang.

"Ini kan sangat merugikan kami dan juga pengunjung karena terkesan jorok. Sehingga pasar yang tadinya bersih, menjadi sarang tumpukan pinang, menjadi sarang penyakit baru sehingga membahayakan kesehatan pedagang dan pembeli," jelasnya.

Disperindagkop dan UKM setempat sudah berupaya dengan menyediakan tempat ludah pinang agar, tapi tempatnya diambil dan pasirnya dihambur.

"Sudah empat tahun kami melakukan ini. Maka satu-satunya cara adalah melarang orang makan pinang dalam pasar karena pasar merupakan fasilitas publik yang harus dilindungi oleh pemerintah sebab orang datang ke pasar dari berbagai kepentingan, tegasnya.

Menurut Robert, pasar tetap sebagai fungsinya sebagai tempat jual beli, namun pasar jangan dijadikan sebagai tempat yang bisa merugikan orang lain.

"Orang boleh makan pinang dan jualan pinang ojek di luar pasar tapi tidak dalam pasar. Kami lakukan ini adalah aturan dengan harapan pasar-pasar di Kota Jayapura keluar dari stigma pasar yang kumuh, kotor, menjijikkan, dan jorok," ungkapnya.

Diakui Robert, sebagian besar penjual pinang di Pasar Regional Youtefa mendukung adanya larangan jualan pinang ojek dan makan pinang dalam pasar agar menjadikan pasar yang bersih, nyaman, dan layak dengan harapan bisa menjadi destinasi wisata.

"Kami akan melakukan operasi simpatik berupa himbauan kepada pedagang dan pengunjung di pasar. Kami tidak melarang jual pinang. Pinang, sirih, dan kapur silahkan dijual tapi tidak untuk pinang ojek. Nantinya yang jual pinang itu harus kiloan (dijual terpisah). Kami mau ada komitmen bersama agar pasar bebas dari ludah pinang," jelasnya.

Dibaca 102 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.