Tingkatkan Pelayanan, RSJ Abepura Kejar Akreditas | Pasific Pos.com

| 23 August, 2019 |

Dr.Anthonius Mote. Dr.Anthonius Mote.

Tingkatkan Pelayanan, RSJ Abepura Kejar Akreditas

Pendidikan & Kesehatan Penulis  Kamis, 18 Juli 2019 18:24 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Rumah Sakit Jiwa Abepura terus meningkatkan pelayanan, hal tersebut menjadi bagian dalam peningkatan akreditas untuk jauh lebih baik. "Saat ini masih akreditas, kita sudah siapkan dokumen untuk kejar akreditas," ujar Pelaksana tugas (Plt) Direktur Rumah Sakit Jiwa Abepura, Dr.Anthonius Mote.

Mote menuturkan, setelah ditunjuk sebagai Plt oleh Gubernur Papua, dalam sepekan ini, dirinya bersama tim langsung melakukan evaluasi dokumen. Yang sudah berjalan segera diselesaikan.

"Kita berharap di 2019 ini, rumah sakit jiwa Abepura bisa terakreditasi sehingga memenuhi standar Kementerian. Karena sampai saat ini layanan BPJS pun sudah putus kontrak, sehingga kita berharap akreditasi segera selesai. Sehingga tidak mengganggu layanan BPJS. Untuk Kartu Papuas Sehat (KPS) hingga kini masih berjalan," tutur Mote yang mengaku tugas utamanya sebagai Plt adalah menjalankan aturan dan kepercayaan gubernur. Belum terakreditasinya RSJ Abepura hingga kini, salah satu kendalanya karena masalah pemimpin atau direktur sebelumnya yang non medis. Dimana semua dokumen yang harus ditindaklanjuti terpending (tertunda). "Sehingga menjadi tugas utama saya, bagaimana mengejar akreditasi agar rumah sakit ini bisa jalan," ujarnya kepada pers di Jayapura, Kamis (18/7).

Selain fokus masalah akreditasi, lanjut Mote, dibawah kepemimpinan dirinya juga akan melakukan pembenahan pelayanan, pengembangan standarisasi, pelayanan prima lalu juga melihat bagaimana tanggunga jwab terhadap 29 kabupaten/kota dalam pembinaan jaringan pasien jiwa, bagaimana pendampingan dan juga pembakalan sumber daya manusia (SDM)

Menyoal ketersediaan tenaga medis dan obat, Mote mengaku cukup tersedia. Dia menyebutkan di RSJ Abepura terdapat empat dokter spesialis penyakit jiwa dan dokter umum. "Mudah mudahan tahun ini kita bisa kembangkan pelayanan. Dimana kita butuh dokter spesialis penyakit dalam, mata, dan syaraf. Sebab selama ini, pasien jiwa yang juga punya penyakit medik lainnya selalu dirujuk keluar," akunya

"Kita berharap pasien sakit jiwa namun ada penyakit medik lainnya langsung bisa tertangani di RSJ, sehingga tidak harus dirujuk, karena hampir rata rata rumah sakit tempat rujukan, mereka sedikit ada kekhawatiran dalam menangani misalnya, pasien yang gelisah itu mengganggu pasien di rumah sakit lainnya sehingga berharap pelayana tahun ini bisa terlaksana,"sambungnya

Mote menambahkan, saat ini pasien yang menjalani pemulihan dan rehabilitasi di RSJ Abe cukup banyak. Baik pasien yang baru terjangkit atau pasien akut maupun kronis cukup banyak dan ada beberapa yang sudah dipulangkan ke daerahnya masing masing. "Cuma kendalanya kadang, ketika hendak dipulangkan, masalah di keluarganya," terangnya

Dalam upaya kita ke depan, bagaimana kita lakukan pendekatan dengan keluarga pasien dan SKPD serta stakeholder yang berkaitan seperti dinas sosial untuk pemulangan maupun penjaringan pasien RSJ

"Kita sudah pernah MoU (dilakukan pejabat direktur sebelumnya). Rencana kita akan preview ulang MoU tersebut dan tindakannya seperti apa. Ini juga masalah. Sebab hari ini masyarakat sakit jiwa yang tersebar di jalan jalan itu, daya tampungnya jadi masalah. Lalu bagaimana tindak lanjut mereka, sebab tidak hanya terapi pasti ada kelanjutannya, bagaiman keluarganya. Jadi memang masalah sosial cukup berat," jelasnya

Dibaca 47 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.