RI-PNG Hidupkan Kembali Lomba Lari 10 K | Pasific Pos.com

| 23 July, 2019 |

RI-PNG Hidupkan Kembali Lomba Lari 10 K

Info Papua Penulis  Kamis, 11 Juli 2019 20:17 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Dalam rangka memperingatu Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September 2019, Pemerintah Indonesia dan Papua New Guinea (PNG) kembali menggelar lomba lari 10 kilometer (K).

Lomba tersebut rencananya akan diikutsertakan kurang lebih lima ribu peserta dari kedua negara.

Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Papua, Daud Ngabalin mengatakan, lomba lari 10 K sudah dilakukan beberapa kali oleh pemerintah Indonesia (Papua) dan PNG.

Namun, tahun 2016 lalu terhenti karena agenda- agenda kegiatan politik Nasional maupun daerah membuat kegiatan tersebut tidak dilaksanakan.

Dengan demikian, dalam rangka memperingati hari olahraga Nasional bulan September mendatang, kita kembali menggelar lomba lari 10 K, dan kegiatan ini juga sekaligus sosialisasi Papua sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020.

"Kita sudah laporkan bapak Gubernur, dan sudah disetujui, nanti kita lihat apakah bisa satukan dengan rencana peresmian Stadion Papua Bangkit," ujar Daud Ngabalin kepada pers usai rapat dengan Konsulat RI di Vanimo dan delegasi Provinsi Sandaun (PNG), Kamis siang.

Menurutnya,  dalam rapat koordinasi dengan delegasi PNG, kita usulkan seribu peserta, tetapi PNG berharap tidak sebanyak itu. "Pihak PNG berharap peserta sekitar 250 hingga 500 orang," ujarnya.

Terkait dengan rute lomba lari 10 K, kata Daud, akan dibahas lagi dalam pertemuan diakhir bulan Juli ini. "Masih ada dua kali pertemuan lagi, nanti baru kita putuskan rutenya dari mana dan finishnya dimana," ucapnya.

Sementara Konsul RI di Vanimo, PNG Abraham Lebelauw kepada wartawan, berharap kegiatan lomba 10 K berjalan aman, kondusif dan banyak peserta.

Dikatakan, pemerintah Indonesia menginginkan kegiatan diikuti banyak peserta, sayangnya, pihak PNG tidak siap, artinya di PNG beberapa fasilitas yang belum memadai.

Kemudian, katanya, dari rapat perdana ini, PNG sepertinya berhatap star dari PNG dan finishnya di Indonesia. " soal rute nanti kita akan bahas kembali, karena ini terkait dengan batas negara juga, bayangkan kalau peserta ratusan orang, pemeriksaan imigrasi bagaimana, ini yang akan kita bahas dalam pertemuan berikutnya," ungkapnya.

Selain itu, kendaraan dari Indonesia tidak bisa masuk ke PNG, dan kalau star dari PNG peserta kesana pakai apa, ini yang akan menjadi pembahasan kita kedepan.

"Pada prinsipnya kita harus sukseskan kegiatan ini, kita pererat kerjasama antar kedua negara yang sudah terjalin selama ini," tutupnya.

Dibaca 72 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.