Retribusi Pasar Tahun 2019 masih Jauh dari Target | Pasific Pos.com

| 22 July, 2019 |

Retribusi Pasar Tahun 2019 masih Jauh dari Target

Papua Barat Penulis  Kamis, 11 Juli 2019 14:02 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Sesuai data dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Manokwari, penerimaan retribusi pasar tahun ini masih jauh dari target. Realisasi pendapatan dari retribusi pasar tahun 2019 hingga saat ini mencapai Rp 275,5 juta lebih. Jumlah itu masih jauh dari target yang diberikan Rp 1,25 miliar.

Menurut Kepala Bapenda Kabupaten Manokwari, Muhamad Irwanto, masih jauh dari target karena masih ada permasalahan yang belum diselesaikan di tingkat bawah.

Untuk itu, kata dia, pihaknya akan bertemu Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dinas Perindagkop dan UKM) untuk membahas masalah tersebut.

“Masalah itu, ada pedagang di luar pasar. Pedagang di dalam pasar menganggap bahwa pedagang di luar harus masuk karena orang cenderung belanja di luar. Itu yang jadi masalah. Kewenangan mengatur itu ada di Disperindagkop dan UKM, bukan di kami,” kata Irwanto kepada wartawan di ruang kerjanya baru-baru ini.

Menurutnya, pedagang yang dikenakan retribusi adalah pedagang yang menempati los pasar. Sementara, pedagang di luar lebih cepat memperoleh pendapatan dibanding penjual di dalam pasar

“Pedagang di luar lebih cepat dapat penghasilan dibanding pedagang di dalam, sehingga ada semacam iri hati di antara pedagang. Itu harus diatasi dulu di luar itu,” sebutnya.

Dia mengatakan, para pedagang tersebut sudah mengadu ke Sekda Kabupaten Manokwari, sehingga akan dibahas dalam rapat internal Pemkab Manokwari, “Kita akan rapat internal dulu, entah kapan kita masih menunggu berita. Kita mau tertibkan, itu bukan kewenangan kita,” imbuhnya.

Dia menambahkan bahwa ke depan semua pedagang juga akan menggunakan TapCash untuk membayar retribusi. Pihaknya bersama BNI akan masuk ke pasar-pasar untuk menyosialisasikan hal itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Kabupaten Manokwari, Rosita Watofa, mengatakan pihaknya tidak menangani retribusi karena langsung disetor pedagang ke Bapenda. Saat ini, kata dia, Disperindagkop menggunakan konsultan khusus untuk melakukan pendataan pedagang. Pedagang yang terdata langung diberikan kartu TapCash.

“Ada sekitar 20 pedagang yang memiliki kartu itu. Ke depan semua pedagang akan didata dan menggunakan TapCash. Sementara 20 pedagang yang sudah memperoleh kartu itu untuk contoh bagi pedagang lain,” jelasnya kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (10/7).

Menurutnya, ke depan semua pedagang wajib menggunakan TapCash untuk membayar retribusi, sehingga pihaknya tidak lagi berurusan dengan uang. “Semua wajib, walaupun dua cuma datang dan pergi karena nanti retribusi ada dia punya cara pembayarannya dan kami tidak berurusan dengan uang, tapi langsung masuk ke kas daerah,” imbuhnya.

Dia menambahkan bahwa selain pedagang, para pengusaha, terutama yang berurusan dengan tera ulang alat ukur,  juga akan menggunakan TapCash agar pembayarannya langsung masuk ke kas daerah. (BNB-R3)

Dibaca 34 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX