Diduga Lakukan Pengalihan Suara, Enam Komisioner KPU Papua Dijadikan Tersangka | Pasific Pos.com

| 18 September, 2019 |

Diduga Lakukan Pengalihan Suara, Enam Komisioner KPU Papua Dijadikan Tersangka

Headline Penulis  Rabu, 10 Juli 2019 22:00 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA - Diduga melakukan pelanggaran administrasi terhadap pengalihan atau pengurangan hasil perolehan suara dalam pemilu lalu, enam Komisioner KPU Papua yakni TK, ZA, SM, DDS, MK dan FAL ditetapkan sebagai tersangka oleh Penyidik  Gakkumdu Papua, Senin (8/7) lalu.

Koordinator Penyidik Gakkumdu Papua AKBP Steven T. Tauran, SH ketika dikonfirmasi membenarkan hal tersebut, dimana saat ini pihaknya sedang berada Ibu Kota dalam rangka meminta keterangan dari ahli forensik dan ahli pidana terkait kasus tersebut

Sementara untuk pemanggilan sendiri, kata Steven, akan dijadwalkan pada Jumat esok, mengingat ke-enam Komisioner KPU Papua sedang tidak berada di lokasi kota.

"Kami sudah mengirim surat pemanggilan kepada enam Komisioner KPU Papua untuk dimintai keterangan, namun belum bisa memenuhi panggilan tersebut  lantaran masih berada di luar Papua," terangnya.

Ia pun menjelaskan, pelanggran administrasi terhadap pengalihan atau pengurangan hasil perolehan suara dalam pemilu itu masuk dalam pasal 551 UU Nomor 7 Tahun 2017, berdasarkan laporan Ronald Engko pada 25.

Caleg DPR Papua asal Gerindra, nomor urut 3, Ronald Engko melaporkan 5 Anggota Komisioner Papua pada 11 Juni 2019, setelah perolehan hasil suaranya  berubah saat pleno KPU Provinsi Papua di Hotel Grand Abe, beberapa waktu lalu. Perubahan suara tersebut  terjadi pada empat distrik di Kota Jayapura, yakni Distrik Abepura, Jayapura Selatan, Jayapura Utara dan Heram.

Dimana dari jumlah suara yang tercantum dalam DA-1sebanyak 6.000 lebih berkurang 672 suara.

Dibaca 136 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.