Bahas Kesiapan PON, DPR Papua Gelar Pertemuan Dengan Sejumlah OPD Terkait | Pasific Pos.com

| 23 July, 2019 |

Suasana pertemuan Komisi IV, Komisi V dan sejumlah Pimpinan OPD di Hotel Horison Jayapura, Rabu (10/7/19). Suasana pertemuan Komisi IV, Komisi V dan sejumlah Pimpinan OPD di Hotel Horison Jayapura, Rabu (10/7/19).

Bahas Kesiapan PON, DPR Papua Gelar Pertemuan Dengan Sejumlah OPD Terkait

Info Papua Penulis  Rabu, 10 Juli 2019 21:53 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura, -  Pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XX  tahun 2020 di Papua tinggal lima belas bulan, namun dalam kesiapannya masih banyak kendala yang harus diselesaikan.

Oleh karena itu, DPR Papua melakukan pertemaun lintar Komisi dalam hal ini, Komisi V DPR Papua, Komisi IV DPR Papua dan juga Komisi II DPR Papua merasa penting untuk mengundang sejumlah pihak, guna membahas terkait sejauh mana kesiapan pelaksanaan PON XX tahun  2020 mendatang, di Bumi Cenderawasih ini.

Ketua Komisi V DPR Papua, Kamasan Jack Komboy mengatakan, pihaknya mengundang OPD terkait dalam kepengurusan PB PON karena pelaksanaan PON di Papua tinggal 468 hari menuju lagi menuju 10 Oktober tahun 2020 untuk penyelenggaraan PON itu.

"Jadi  kami Komisi V dan Komisi IV yakni lintas Komisi mengundang agar semua pihak yang terkait dalam penyelenggaraan ini. Sehingga sesegera mungkin hal-hal yang menjadi kendala selama ini, bisa segera diselesaikan dan pembangunan venue-venue dan persiapan-persiapan menuju 2020 pada ivent itu bisa segera jalan," kata Jack Komboy kepada Wartawan usai pertemuan di Hotel Horison Jayapura, Rabu (10/7/19).

Sebab jika berbicara masalah PON di Papua lanjut Jack Komboy, maka itu jelas bicara harkat dan martabat juga harga diri kita sebagai orang Papua.

"Gubernur sudah berjuang menghadirkan PON di Papua, sehingga kita menjadi tuan rumah. Jadi sekarang tanggungjawab kita bersama untuk bagaimana menyiapkan segera menyiapkan semua fasilitas dalam pelaksanaan PON 2020 mendatang," ujar mantan pemain Persipura itu.

Hanya saja kata Jack Komboy, pihaknya berpesan kepada semua OPD terkait, bahwa kedepan mungkin setiap bulan dilakukan pengawasan lintas Komisi. Baik Komisi IV dan Komisi V akan terus dilakukan untuk mengundang OPD terkait. Dan terus lakukan koordinasi, sehingga menuju ke PON 2020, agar jika ada kendala segala hal dapat segera diselesaikan dan itu akan menjadi pertemuan rutin.

"Jadi pangawasan lintas komisi itu akan rutin kami lakukan sampai menuju ke 2020,  karena ini sudah menjadi tanggungjawab kita bersama.Yang terutama kami mengajak seluruh masyarakat untuk ikut terlibat dalam ivent ini, karena yang kami sosialisasikan masih minim," jelasnya.

Bahkan, Legislator Papua ini menilai gaung PON 2020 di Papua masih kurang. Untuk itu pihaknya berharap terus digaungkan sehingga semua komponen termasuk masyarakat siap menyambut PON ke XX di Papua.

Sehingga kedepan, Komisi V atau  lintas komisi DPRP ini menganggap penting untuk terus lakukan koordinasi.

"Bisa itu setiap satu bulan atau setiap dua bulan untuk kita berkumpul terus guna menanyakan progers-progres bagaimana menuju PON ke 2020," ucapnya.

Selain itu kata Jack, dalam pertemuan itu pihaknya juga telah menanyakan mengenai lokasi voli indoor di Skyline yang batal dikerjakan dan akhirnya dipindahkan ke Koya.

"Kami sudah tanyakan itu, hanya saja kami belum mendapat penjelas detail,"imbuhnya.

Namun lanjut Jack, Disorda menyatakan Desember tahun ini semua pekerjaan venue sudah harus selesai DPR Papua akan menagih janji itu jika tidak rampung.

"Jadi itu untuk venue-venue yang belum selasai, tapi ditargertkan harus rampung tahun ini," tekannya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi IV DPR Papua, Sinut Busup mengatakan hal yang sama. Kalau pihaknya juga mengundang semua pihak terkait karena ingin tahu sejauh mana kesiapan Disorda, Dinas PU dan dinas terkait lainnya.

"Hari ini kami baru tahu jelas karena selama ini kita anggap semua ada di Disorda, padahal semua ada tugasnya masing-masing," kata Sinut.

Dikatakan, pihaknya juga meminta agar jangan lagi ada pekerjaan yang dipindah-pindahkan untuk pengerjaannya tapi mesti sesuai draf.

"Lelang ini belum jalan, masalahnya di mana. Kami bersama PB PON, utusan dari pusat, pemprov akan sama-sama turun lapangan. Kami harap semua asrama yang akan digunakan sebagai mess atlet direhab. Misalnya STT, Uncen dan lainnya," ucapnya.(TIARA)

Dibaca 52 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX