Kapolri : Kerja Keras dan Pengabdian Polri Telah Dirasakan Hasilnya oleh Masyarakat Indonesia | Pasific Pos.com

| 23 July, 2019 |

Kapolda Papua memimpin upacara HUT Bhayangkara ke 73. Kapolda Papua memimpin upacara HUT Bhayangkara ke 73.

Kapolri : Kerja Keras dan Pengabdian Polri Telah Dirasakan Hasilnya oleh Masyarakat Indonesia

Info Papua Penulis  Rabu, 10 Juli 2019 20:25 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura – Pada hari Rabu tanggal 10 Juli 2019 pukul 08.00 wit, bertempat di Lapangan Satuan Brimobda kotaraja, telah dilaksanakan upacara dalam rangka Hari Bhayangkara ke-73 Tahun 2019. Upacara dipimpin langsung Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Rudolf Albert Rodja.

Turut hadir dalam kegiatan Wakapolda Papua Brigjen Pol Drs. Yakobus Marjuki, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Yoshua Pandit Sembiring, S.IP, Danlanud Silas Papare Marsma TNI Ir. Tri Bowo Budi Santoso, M.M., M.Tr (Han), Sekda Provinsi Papua Titus Emanuel Adopehan Hery Dosinaen S.Ip, M.KP, Asisten I Setda Provinsi Papua Doren Wakerwa, SH, Kabinda Papua Brigjen Tni Abdul Harris Napoleon, Danrem 172/PWY Kolonel Inf. J. Binsar Parluhutan Sianipar, Wadan Lantamal X/Jayapura Kolonel Laut (P) Eko Wahyono, SE, Pejabat Utama Polda papua, Kapolres Jayapura Kota AKBP Gustav R. Urbinas S.Ik, Walikota Jayapura Dr. Benhur Tomi Mano, MM, Wakil Walikota Jayapura. Ir. H. Rustan Saru, MM, Kajanti Papua Setiawan Hartomo SH,MH, Kakansar Jayapura I Putu Arga, Asisten I Pemprov Papua Doken Wakerwa, Pama dan pamen Polda Papua, Para Kabalag dan Asisten Kodam XVII/Cendrawasih dan Polda Papua, Para tokoh Adat, masyarakat kota Jayapura, personil Polres Jayapura Kota dan Polres Jayapura.

Dalam amanat Presiden Republik Indonesia yang dibacakan oleh Kapolda Papua mengatakan, atas nama negara, pemerintah serta secara pribadi, menyampaikan ucapan selamat hari Bhayangkara ke-73 kepada seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, di manapun saudara berada dan bertugas.

Saya juga mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan atas kerja keras, pengabdian, pengorbanan, dan perjuangan tanpa pernah mengenal lelah, yang ditunjukkan personel Polri dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam momentum yang baik ini, marilah kita mendoakan para personel Polri yang gugur dalam tugas memelihara keamanan negara kita. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, memberikan balasan atas seluruh pengorbanan, perjuangan, dan pengabdian, serta memberikan kesabaran dan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Kerja  keras  dan  pengabdian  Polri,  telah dirasakan  hasilnya  oleh  seluruh  masyarakat Indonesia. Situasi keamanan dalam negeri sepanjang tahun 2018 dan 2019 terpelihara dengan baik. Polri dan TNI telah mengamankan seluruh perhelatan internasional yang diselenggarakan pemerintah, yaitu Asian Games, Asian Para Games, serta IMF-Word Bank Annual Meeting 2018, Polri dan TNI juga telah mengamankan penyelenggaraan Pilkada Serentak Tahun 2018 dan Pemilu Tahun 2019, sehingga terselenggara dengan aman, damai, dan demokratis.

Seluruh agenda kemasyarakatan juga dapat terselenggara  dengan  aman,  mulai  dari  perayaan Natal 2018, Tahun Baru 2019, sampai dengan Ramadhan dan Idul Fitri 2019. Kita juga merasakan situasi kamtibmas yang kondusif, arus mudik dan arus balik berjalan dengan lancar, stabilitas harga dan ketersediaan   bahan   pangan   terjamin   di   seluruh wilayah   Indonesia.   Selain   itu,   bersama   dengan seluruh  pemangku  kepentingan,  Polri  turut  terlibat aktif dalam penanggulangan bencana yang terjadi di berbagai wilayah di tanah air.

Polri juga telah mengungkap berbagai kejahatan, mulai  dari  kejahatan  konvensional  yang meresahkan masyarakat, kemudian kejahatan lintas negara seperti terorisme, perdagangan narkotika, perdagangan orang, dan kejahatan siber, lalu kejahatan berimplikasi kontinjensi seperti konflik sosial, kerusuhan massa, dan unjuk rasa anarkis, sampai dengan kejahatan terhadap kekayaan negara  seperti  illegal  logging,  illegal  fishing,  dan tindak  pidana  korupsi.

Termasuk dalam menindak kejahatan tindak pidana korupsi, sepanjang tahun 2018, Polri telah berhasil mengungkap kerugian negara senilai Rp 2,9 triliun dan menyelamatkan keuangan negara sebesar Rp 2,3 triliun. Selanjutnya dalam pengelolaan organisasi, Polri telah meningkatkan akuntabilitas dan transparansi. Laporan keuangan Polri meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan selama 6 tahun berturut-turut.

Laporan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, menunjukkan Nilai Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Indeks Reformasi Birokrasi Polri mengalami peningkatan, disertai  dengan  keberhasilan  mewujudkan 69 Zona Integritas, yang terdiri dari 64 Satker dengan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan 5 Satker dengan predikat Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

Dengan berbagai capaian tersebut, kinerja Polri dalam memelihara keamanan dalam negeri terus mendapatkan   apresiasi   positif   dari   masyarakat. Tingkat kepercayaan publik terhadap institusi Polri terus meningkat. Hal tersebut ditunjukkan oleh berbagai survei yang diselenggarakan lembaga- lembaga  survei  yang  kredibel,  Polri  menjadi  salah satu lembaga yang dipercaya publik, setelah KPK dan TNI.

Capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh personel Polri, dengan dukungan mitra kerja dan masyarakat. Oleh karena itu, dalam kesempatan yang penuh dengan kebahagiaan ini, saya mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada seluruh personel Polri di mana pun Saudara mengabdi, kepada mitra kerja Polri, serta kepada masyarakat yang telah mendukung terwujudnya stabilitas keamanan dalam negeri yang kondusif.

Berbagai capaian tersebut saya harap tidak membuat institusi Polri cepat berpuas diri. Namun sebaliknya, menjadi motivasi dan inspirasi untuk terus meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Apalagi ke depan, tantangan yang dihadapi Polri dalam memelihara keamanan dalam negeri akan semakin kompleks.

Terorisme  dan  radikalisme  masih  menjadi potensi ancaman bagi stabilitas keamanan dalam negeri. Selain itu, pesatnya perkembangan teknologi informasi juga mendorong semakin besar dan beragamnya potensi kejahatan di ruang siber. Demikian pula penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian, menjadi ancaman bagi kerukunan, persatuan, dan kesatuan bangsa kita.

Oleh karena itu, sebelum mengakhiri amanat ini, saya akan menyampaikan beberapa instruksi sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas yaitu:
Pertama terus tingkatkan kualitas sumber daya manusia Polri, guna menghadapi berbagai tantangan tugas yang semakin kompleks,  serta untuk mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.Kedua kedepankan strategi pemolisian proaktif dan tindakan humanis dalam mencegah danmenangani  berbagai  permasalahan sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat.Ketiga terus tingkatkan kualitas pelayanan publik yang   modern,   mudah,   murah,   cepat, secara konsisten dan berkelanjutan.Keempat tingkatkan  profesionalisme  dalam penegakan hukum, guna mewujudkan penegakan hukum yang profesional, transparan, dan berkeadilan. Kelima perkuat koordinasi dan kerja sama dengan TNI, Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah,serta masyarakat, dalam memelihara keamanan dalam negeri.

Dalam upacara tersebut, Kapolda menyerahkan penghargaan kepada 5 (lima) personil Polda Papua sebagai perwakilan dari penerima penghargaan Satya Lencana Pengabdian 8, 16, 24, 32 dan bintang bhayangkara narariya. Untuk personil Polda Papua yang mendapat penghargaan Bintang Bhayangkara Narariya sebanyak 151 orang dan penghargaan Satya Lencana Pengabdian 8, 16, 24 dan 32 terdiri dari:
1. Satya Lencana Pengabdian 8 Tahun sebanyak 376 orang;
2. Satya Lencana Pengabdian 16 tahun sebanyak 167 orang;
3. Satya Lencana Pengabdian 24 tahun sebanyak 84 orang;
4. Satya Lencana Pengabdian 32 tahun sebanyak 6 orang. (Zulkifli)

Dibaca 53 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX