DPM PTSP tidak Keluarkan Izin bagi Usaha yang tidak Miliki Tempat Parkir | Pasific Pos.com

| 14 October, 2019 |

DPM PTSP tidak Keluarkan Izin bagi Usaha yang tidak Miliki Tempat Parkir

Papua Barat Penulis  Rabu, 10 Juli 2019 13:34 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu  Satu Pintu (DPM PTSP) tidak akan menerbitkan izin bagi pengusaha yang tidak melengkapi usahanya dengan tempat parkir. Hal itu untuk mencegah adanya kemacetan akibat kendaraan konsumen yang parkir di badan jalan.

Kepala DPM PTSP Kabupaten Manokwari, Ferry Lukas, mengatakan, bagi tempat usaha yang tidak memiliki tempat parkir dan saat ini sudah beroperasi, kemungkinan memperoleh izin sebelum berdirinya PTSP.

“Sebab, sejak PTSP ada, setiap izin tempat usaha di Kota Manokwari harus memiliki tempat parkir,” tegasnya kepada Tabura Pos di ruang kerjanya baru-baru ini.

Dia mengatakan, selain diterbitkan sebelum adanya PTSP, ketika izin tempat usaha tersebut diterbitkan belum ada penataan pembatasan jalan. “Kalau sudah masuk di PTSP pasti kami tata karena kami usahakan parkiran di pinggir jalan tidak ada. Tidak dibolehkan lagi parkir di pinggir jalan, itu nanti tindak lanjuti,” katanya.

Saat ini, arus lalu lintas di depan sejumlah tempat usaha macet karena kendaraan konsumen parkir di pinggir jalan. Oleh karena itu, menurut Ferry Lukas, pihaknya akan meninjau kembali izin tempat-tempat usaha itu.

Dia menyatakan, DPM PTSP tidak akan mengeluarkan izin bagi pengusaha yang tidak memiliki tempat parkir di tempat usahanya karena akan menimbulkan kemacetan dan mengganggu arus lalu lintas.

Dia mencontohkan izin untuk rumah makan. Menurutnya, jika mengajukan izin usaha rumah makan, pengusaha sudah harus bisa memperhitungkan parkiran kendaraan. Sebab, jika satu meja diasumsikan untuk satu mobil pribadi, maka bila di rumah makan itu ada 30 meja, berarti harus menyiapkan parkiran untuk 30 mobil.

“Kalau hanya siapkan lima tempat parkir mobil, maka itu ditinjau kembali. Jadi lebih baik dia kasih kecil supaya parkiran lebih banyak daripada dia bikin besar tau-tau parkiran tidak ada. itu yang kami akan tinjau kembali semua izin-izin. Tapi kami harus melihat jumlah pengunjung dan tempat parkirnya,” tegasnya lagi.

Dia menambahkan, asumsi satu meja satu mobil itu karena jika sudah ada tamu yang menempati salah satu meja, maka tamu lain tidak akan lagi menempatinya walau masih ada kursi yang kosong.

“Ada satu meja bisa dua mobil, tapi biasanya kalau orang sudah duduk di satu meja, tidak mungkin orang lain mau gabung dengan mereka walaupun masih kosong. Jadi kita hitung rata-rata satu meja satu mobil. Kalau siapkan 10 meja, maka harus siapkan 10 tempat parkir mobil,” tandasnya.(BNB-R3)

Dibaca 78 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.