Kejati Papua Selidiki Penyalahgunaan Dana Hibah dan Bansos di Kabupaten Keerom | Pasific Pos.com

| 14 November, 2019 |

Kepala Seksi Penyidikan, Tindak Pidana Korupsi, Kejaksaan TinggI Papua, Nixson Mahuse Kepala Seksi Penyidikan, Tindak Pidana Korupsi, Kejaksaan TinggI Papua, Nixson Mahuse

Kejati Papua Selidiki Penyalahgunaan Dana Hibah dan Bansos di Kabupaten Keerom

Lintas Daerah Penulis  Selasa, 09 Juli 2019 20:32 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA -  Kejaksaan Tinggi Papua, saat ini tenggah melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan korupsi penyalahgunaan dana hibah dan bantuan sosial  pada Pemerintah Kabupaten Keerom, tahun 2017 lalu, dengan indikasi kerugian negara mencapai milyaran rupiah.

Hal ini diungkapkan Kepala Seksi Penyidikan, Tindak Pidana Korupsi, Kejaksaan TinggI Papua, Nixson Mahuse,  kepada wartawan di Kejati Papua, Selasa (8/7).

“Saat ini kami sedang melakukan penyeldiikan, terhadap dugaan korupsi  penyalahgunaan dana bantuan sosial sebear Rp  23 miliar, dan dana hibah  tahun  sebesar 57 miliar, tahun 2017, yang bersumber dari APBD pemerintah Kabupaten Kerom, “ ungkapnya.

Dijelaskan, untuk dana bantuan sosial sebesar Rp 23 miliar, baru Rp 7 miliar yang  dipertangungjawabkan, sementara untuk dana hibah dari Rp 57 miliar baru  Rp 35 miliar yang dipertangungjawabkan, sementara sisanya belum dipertangjawabkan hingga saat ini.

“Setelah kami lakukan penyelidikan, dan keterangan sejumlah saksi,  mereka beralasan bahwa dana yang belum dipertangungjawabkan  tersebut, dikarenankan belum adanya pertangungjawaban balik  dari  pihak yang menerima bantuan baik bansos maupun dana hibah,” ujarnya

Mahuse mengaku pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi terkait kasus tersebut, termasuk  oknum pejabat yang  terlibat dalam penyaluran kedua dana  tersebut namun dirinya enggan menyebutkan identitas maupun jabatan oknum pejabat tersebt, dengan alasan masih dalam proses penyelidikan oleh pihaknya.

“Kami belum bisa meyebutkan  siapa yan akan menjadi  tersangka dalam kasus ini,  namun ada dua orang yang akan kami tetapkan  sebagai tersangka, salah satunya oknum pejabat, secara keseluruhan ada 8 orang saksi  yang kami telah mintai keterangan,” pungkasnya

Ditambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan segera menaikan status kasus tersebut, dari penyelidikan ke penyidikan, dan melakukan  penetapan tersangka.

“Dalam waktu dekat akan segera kami naikan  ke penyidikan serta  menetapkan tersangka dalam kasus ini,” tandasnya.

Dibaca 299 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.