STIH Bintuni dan STIE Mah Eisa akan Digabung Menjadi Universitas Lodewijk Mandacan | Pasific Pos.com

| 14 December, 2019 |

STIH Bintuni dan STIE Mah Eisa akan Digabung Menjadi Universitas Lodewijk Mandacan

Papua Barat Penulis  Selasa, 09 Juli 2019 13:57 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP - STIH Bintuni dan STIE Mah Eisa Manokwari secara bersamaan menggelar wisuda, Sabtu (6/7).

Ketua STIH Bintuni Manokwari, Robert K.R. Hammar mengatakan, baru pertama kali wisuda dua perguruan tinggi itu dilakukan bersamaan.

Ia menjelaskan, pelaksanaan wisuda STIH Bintuni dan STIE Mah Eisa Manokwari bukan tanpa alasan, sebab pihaknya akan menggabungkan dua perguruan tinggi itu menjadi universitas, yaitu Universitas Lodewijk Mandacan Papua, Manokwari.

“Ini kita coba yang pertama kali. Kita lakukan hari ini karena ada alasannya. Alasan pertama kami sementara dalam proses penggabungan untuk menjadi universitas,” sebut Hammar ketika memberikan sambutan pada acara wisuda tersebut.

Ia menerangkan, pihaknya telah menyiapkan nama untuk perguruan tinggi gabungan itu, yakni Universitas Lodewijk Mandacan Papua, Manokwari.

Nantinya, kata dia, ada lima program studi (prodi) di kampus tersebut. Saat ini, empat prodi sudah selesai diproses dan satu prodi lagi dalam proses.

“Empat prodi sudah tuntas, tinggal satu ini diusahakan dalam satu bulan ini selesai kami laporkan ke Dikti dan kami upload. Kami berharap paling lama September sudah ada universitas gabungan antara STIH Bintuni dengan STIE Mah Eisa Manokwari dengan menggunakan nama. Kami sudah meminta izin resmi menggunakan nama Universitas Lodewijk Mandacan Papua, Manokwari,” ucapnya.

Menurutnya, untuk tahap pertama akan ada lima prodi, yaitu prodi ilmu hukum, manajemen, akuntansi, ekonomi kemaritiman, dan informatika komputer. Dari lima prodi itu, hanya Prodi Informatika Komputer yang dalam proses. Sementara, dua prodi akan menyusul yakni kepariwisataan dan pendidikan musik.

“Dengan demikian, ada tujuh prodi di Universitas Lodewijk Mandacan.  Semua pemain musik jadi kita buatkan pendidikan musik untuk pengembangan musik di Papua Barat,” tukasnya.

Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Wilayah XIV Papua dan Papua Barat, Suriel Mofu, mengatakan baru pertama kali hadir pada dua perguruan tinggi (PT) yang melaksanakan wisuda bersama-sama.

Namun, menurut dia, itu tidak masalah karena secara administratif telah mematuhi peraturan Menristekdikti.

“Seluruh lulusan mereka telah memenuhi persyaratan yang distandarkan dalam standar nasional pendidikan tinggi. Oleh karena itu, wisuda adalah sebuah selebrasi atau perayaan atas kelulusan dari para mahasiswa dari perguruan tinggi” katanya.

Mengenai upaya untuk menyatukan STIH Bintuni dan STIE Mah Eisa menjadi universitas, menurut Suriel, sangat didukung oleh LL Dikti Papua dan Papua. Sebab, hal itu amanat Kemenristekdikti agar yayasan yang memiliki PT lebih dari satu itu dimerger atau dijadikan satu agar kualitasnya lebih bagus.

“Karena jangan berdiri sendiri-sendiri kurang bagus karena bersaing dengan satu kampus dalam yayasan yang sama. Makanya lebih baik jadi satu supaya tidak punya saingan dalam yayasan sendiri, bersaing dengan PT di luar,” tukasnya. [BNB-R4]

Dibaca 121 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.