Terkait Keikutsertaan Festival Di Belanda, ‘Sanggar Yelmasu Masih Terkendala Dana’ | Pasific Pos.com

| 8 December, 2019 |

Salah satu tarian yang dibawakan penari  Sanggar Yelmasu (foto:ist) Salah satu tarian yang dibawakan penari Sanggar Yelmasu (foto:ist)

Terkait Keikutsertaan Festival Di Belanda, ‘Sanggar Yelmasu Masih Terkendala Dana’

Papua Selatan Penulis  Selasa, 02 Juli 2019 21:51 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Pemerhati Seni dan Budaya Kabupaten Merauke, Daud Hollenger mengemukakan bahwa  Festival Tari dan Musik Internasional SIVO Amsterdam dimana Sanggar Seni Yelmasu akan ikut serta, merupakan upaya membangkitkan tari dan musik etnis dari masing-masing negara di dunia. Bagi tim seni yang terpilih mewakili negaranya sangat diharapkan wajib tampil dan mendapatkan dukungan dari semua pihak untuk mengambil bagian dalam festival tingkat dunia ini.

Namun yang menjadi kendala adalah soal dana, padahal di satu sisi kesiapan untuk tampil sudah 100%. Tentunya akan sangat merepotkan bagi tim-tim seni Papua yang akan tampil jika untuk pendanaan saja belum memadai. Ini momentum penting untuk seni Papua khususnya sanggar dari Kota Rusa go international sehingga sangat membutuhkan perhatian semua pihak. “Sebagai pemerhati budaya saya melihat kondisi ini begitu dilematis karena ada karya yang mampu bersaing di tingkat dunia namun harus terkendala budgeting di tingkat daerah yang sangat diharapkan dapat memberikan dukungan,” ujar Daud kepada wartawan di Sanggar Seni Yelmasu belum lama ini.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, festival akan dilaksanakan mulai 16-22 Juli 2019 mendatang dan dengan sisa waktu yang ada, pihaknya tetap berupaya dan berharap agar tim Merauke dapat memperoleh angin segar dan akhirnya bisa berangkat.  Pasalnya, panitia penyelenggara festival di Belanda telah bekerja sama dengan semua pihak untuk menyelenggarakan event ini bahkan mendapat dukungan program UNESCO sebagai upaya pertukaran budaya bangsa bangsa di dunia.  Jika tim seni Papua ini tidak bisa tampil ini sangat disayangkan karena semua fasilitas sudah disiapkan panitia bekerja sama juga dengan komunitas masyarakat Indonesia di Belanda. “Bahkan mereka akan mendapat komplain dari pihak penyelenggara dan tidak memberikan ruang lagi bagi tim-tim seni dari Indonesia untuk bisa tampil di event ini,”tukasnya.

Daud menambahkan, pada tahun 2019 ini ada grup dari Papua yang berhasil lolos ke ajang festival tari dan musik dunia di Belanda yang cukup bergengsi. Grup yang dipilih juga harus profesional dan memiliki jam terbang memadai serta kuat dari sisi materi yang akan ditampilkan selama sepekan di negeri kincir angin tersebut. Sudah saatnya grup seni di Papua mewakili Indonesia di sebuah festival bergengsi dan grup seni dari Kabupaten Merauke berhasil terpilih yang dinilai mampu menyuguhkan berbagai tari kreasi Papua di tingkat internasional.

Dibaca 272 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.