Hasil Sidak Komisi V DPR Papua, Temukan Pembayaran Tahap Tiga Belum Rampung | Pasific Pos.com

| 24 August, 2019 |

Sekretaris Komisi V DPR Papua, Natan Pahabol saat berbincang-bincang dengan pemilik hak ulayat, Agustinus Marbase di GOR Toware. Sekretaris Komisi V DPR Papua, Natan Pahabol saat berbincang-bincang dengan pemilik hak ulayat, Agustinus Marbase di GOR Toware.

Hasil Sidak Komisi V DPR Papua, Temukan Pembayaran Tahap Tiga Belum Rampung

Info Papua Penulis  Selasa, 02 Juli 2019 21:18 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura, - Komisi V DPR Papua bidang Pendidikan, Olahraga dan Kesehatan melakukan Inpeksi mendadak (Sidak) kesejumlah lokasi pembangunan sarana cabang olahraga pada venue-venue yang akan digunakan pada pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XX  di Bumi Cendrawasih pada tahun 2020 memdatang.

Sidak tersebut dipimpin oleh Sekretaris Komisi V DPR Papua, Natan Pahabol didampingi dua anggota Komisi V yakni, Ignasius W Mimin dan Yohanis Ronsumbre beserta sejumlah staff, Senin (2/7/19).

Dari hasil Sidak di Stadion Papua Bangkit, diketahui ternyata Pemerintah Provinsi Papua belum membayar anggran tahap tiga pembangunan Stadion Papua Bangkit.

Padahal dari informasi yang diterima Komisi V DPR Papua, pembangunan Stadion Papua Bangkit sudah rampung  100 persen.

Untuk itu, Komisi V DPR Papua akan memanggil Dinas Pemuda dan Olahraga (Disorda) Papua dan Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON).
 
"Informasi yang disampaikan Stdion Papua Bangkit 100 persen sudah rampung. Ini adalah keberhasilan Pemprov Papua di bawah kepemimpinan Gubernur Lukas Enembe dan Wakil Gubernur Klemen Tinal,” kata Sekertaris Komisi V DPR Papua Natan Pahabol saat ditemui wartawan usai memantau sarana dan prasarana yang ada di Stadion Papua Bangkit, Selasa (2/7/19).

Menurutnya, stadion utama PON XX ini menjadi kebanggan tersendiri masyarakat Papua. Maka itu, pemprov diminta segera menyelesaikan kewajibannya yang belum dilaksanakan.

“Masih ada sekitar Rp 105 miliar yang belum bayar. Karena itu Kamis dan Jumat kami akan memanggil Disorda dan PB PON,” tandasnya.

Menurutnya, saat ini yang menjadi persoalan pasca rampungnya pembangunan stadion utama PON XX ini, adalah perawatan dan pemeliharan usai penyelenggaraan PON XX.

Oleh karena itu, Politisi Partai Gerindra ini berharap 2021 mendatang, Dinas Pemuda dan Olahraga dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua harus berkantor di stadion terbesar  kedua di tanah air ini.

“Jadi harus ada yang merawat stadion besar ini. Itu juga yang menjadi kekhawatiran kami saat ini," kata Natan. (TIARA)

Dibaca 120 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX