Dipertanyakan Honor RT di Kabupaten Nabire | Pasific Pos.com

| 22 July, 2019 |

Dipertanyakan Honor RT di Kabupaten Nabire

Beri rating artikel ini
(0 voting)

NABIRE – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) melalui Fraksi PDI Perjuangan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire mempertanyakan pembayaran honor kepada Rukun Tetangga (RT) se-Kabupaten Nabire kepada pemerintah daerah. Sebab hingga kini, pemerintah belum memberikan honor kepada aparat pemerintah terdepan di tengah masyarakat.

Pertanyaan tersebut disampaikan Fraksi PDI Perjuangan melalui pemandangan umum fraksi yang dibacakan H. Mohamad Iskandar, SP dalam Sidang Paripurna DPRD Nabire dalam rangka pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati tahun anggaran 2018, Sabtu (29/6). Kesempatan itu, Fraksi PDIP meminta penjelasan pemerintah, mengapa honor RT se-Kabupaten Nabire belum juga dibayar.

Menanggapi pertanyaan Fraksi PDI Perjuangan, Bupati Nabire, Isaias Douw lewat tanggapan pemerintah, Sabtu (29/6) mengatakan honor RT di kampung, pembayaran honor dianggarkan melalui dana desa/kampung yang telah dituangkan dalam APBK setiap kampung dengan menggunakan dana Alokasi Dana Desa (ADD).

Lanjut bupati, sedangkan untuk insentif ketua-ketua RT di wilayah Kelurahan Distrik Nabire akan diupayakan dan dianggarkan melalui dana kelurahan mulai tahun anggaran depan. Namun hal itu akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.


Kembalikan Pemilihan Kakam

PDIP melalui fraksinya di DPRD Kabupaten Nabire juga meminta agar mencabut jabatan kepala kampung yang diangkat atau ditunjuk oleh pemerintah daerah. PDIP meminta kembalikan hak demokrasi masyarakat untuk memilih kepala kampungnya sendiri di masing-masing kampung melalui pemilihan, tidak lagi melalui penunjukan dan pengangkatan. Kembalikan pemilihan kepala kampung oleh warga sesuai dengan amanat undang-undang.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Bupati Nabire, Isaias Douw mengatakan bagi jabatan kepala kampung yang masih Pelaksana tugas (Plt) akan menjadi perhatian pemerintah daerah. (ans)

Dibaca 62 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX