Ketua ASITA Berharap Pemda Papua Undang Air Asia | Pasific Pos.com

| 17 September, 2019 |

Iwanta Peranginangin. Iwanta Peranginangin.

Ketua ASITA Berharap Pemda Papua Undang Air Asia

Ekonomi & Bisnis Penulis  Kamis, 27 Jun 2019 21:59 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura -  Ketua Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Papua, Iwanta Perangingangin menyampaikan harapannya kepada maskapai asing Air Asia masuk ke Papua seperti yang telah dilakukan maskapai tersebut di beberapa daerah di Indonesia.

“Kami berharap Pemda Papua mengundang maskapai tersebut masuk ke Papua seperti yang dilakukan Pemda Nusa Tenggara Barat (NTB). Air Asia di NTB telah melayani beberapa rute domestik, harga tiketnya pun sangat murah,” ujar Iwanta, Kamis (27/6/2019).

“Awal masuk ke NTB, hanya 2-3 penerbangan, tetapi pemerintah daerah setempat melakukan lobi ke perusahaan tersebut, meminta penambahan jumlah rute, kemungkinan besar Air Asia menyetujui 5 rute lagi, terealisasi sampai Oktober 2019,” katanya.

Pemda Papua dapat  melakukan lobi agar maskapai tersebut masuk ke Papua, untuk langkah awal 2 penerbangan yaitu langsung dan transit Makassar.
Menurut dia, ini salah satu cara untuk menekan harga tiket pesawat yang sejak akhir tahun 2018 sampai pertengahan tahun 2019 ini belum mengalami penurunan.

Diakuinya, harga tiket pesawat yang masih tinggi berimbas pada jumlah kunjungan wisatawan ke Papua. Sejak harga tiket pesawat naik signifikan, sejumlah agent perjalanan dibawah naungan ASITA menutup usahanya.

Lini bisnis agent perjalanan, kata dia, pada penjualan paket wisata. Jika harga tiket pesawat masih tinggi, penjualan paket wisata juga mengalami penurunan.

Iwanta menyebut, kendati sejumlah perusahaan transportasi selain udara diuntungkan dengan kondisi seperti ini, namun tidak untuk wilayah Papua.
“Di Papua tidak ada kereta api atau bus yang bisa menghubungkan antar provinsi, hanya ada kapal laut dengan jarak tempuh cukup jauh, dari Jayapura ke Jakarta bisa mencapai 7 hari,” katanya.

Menurunnya jumlah wisatawan ke Papua berdasarkan paket wisata yang terjual. Menurut Iwanta, penjualan paket wisata untuk bulan Agustus mendatang dimana akan dilaksanakan Festival Lembah Baliem di Wamena sudah ditutup pada bulan Mei, tetapi hingga Juni ini masih dibuka.

“Memang penurunan terjadi pada Maret dan April karena ada pelaksanaan Pemilu, tapi setelah Pemilu, biasanya penjualan paket wisata domestik kembali meningkat, tetapi yang terjadi adalah penjualan turun, bahkan paket wisata internasional dari Papua, kami tidak jual lagi,” ujar Iwanta. (Zulkifli)

Dibaca 100 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.