Junianta : Kota Sorong Emergency Narkoba | Pasific Pos.com

| 6 December, 2019 |

Junianta : Kota Sorong Emergency Narkoba

Papua Barat Penulis  Rabu, 26 Jun 2019 11:33 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP - Penikmat barang haram, narkotika golongan 1 jenis Shabu-shabu di Kota Sorong Provinsi Papua Barat meningkat signifikan dibandingkan di kota-kota lain yang ada di Indonesia.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Papua Barat, Brigjen Pol. Drs. Setija Junianta, SH. M.Hum, mengatakan, hal ini menunjukkan bahwa Kota Sorong sudah Emergency Narkoba.

“Pengungkapan kasus tindak pidana narkotika dalam 6 bulan terakhir ini, Kota Sorong mendapat catatan merah dengan tingkat kasus narkotika terbesar di Papua Barat,” sebut Junianta kepada wartawan di kantor BNNP Papua Barat, Senin (25/6).

Tidak tanggung-tanggung, lanjut dia, pengungkapan 2 kasus terakhir ini jumlah barang buktinya cukup menggiurkan, yakni penangkapan Shabu-shabu seberat 85 gram dan yang baru lagi ditangkap seberat 78 gram.

Jenderal bintang 1 ini mengaku peredaran gelap narkotika di Kota Sorong juga sangat luar biasa dan semakin membabi-buta, sehingga dituntut keseriusan BNNP Papua Barat dalam melakukan pemberantasan tindak pidana narkotika diseluruh wilayah Papua Barat.

Hanya saja, ungkap Junianta, untuk mewujudkan hal itu diperlakukan adanya dukungan Pemerintah daerah (Pemda) dalam pembentukan BNNK di Kota Sorong.

“Ini tidak bisa ditunda-tunda lagi, pembentukan BNNK juga Emergency sehingga perlu mendapat dukung oleh pihak terkait,” tekan Kepala BNNP Papua Barat.

Ia memaparkan, untuk rencana pembentukan BNNK sendiri, pihaknya sudah melengkapi persyaratan administrasi dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Pentingnya, Pemda bisa menghibahkan lahan dan bersedia menyiapkan sarana pendukung.

Ditanya apakah Manokwari juga darurat Narkoba, Junianta mengakui, narkotika juga sudah menjamur di Manokwari, hanya saja peningkatannya tidak terlalu signifikan. [BOM-R3]

Dibaca 154 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX

Trending Topik