Waspadai Pungli, Komisi V DPR Papua: Pantau Proses Penerimaan Siswa Baru | Pasific Pos.com

| 14 October, 2019 |

Ketua Komisi V DPR Papua, Kamasan Jack Komboy. Ketua Komisi V DPR Papua, Kamasan Jack Komboy.

Waspadai Pungli, Komisi V DPR Papua: Pantau Proses Penerimaan Siswa Baru

Pendidikan & Kesehatan Penulis  Senin, 24 Jun 2019 09:26 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura, - Untuk menghindari pungutan liar (Pungli) yang saat ini marak terjadi di sekolah, Dinas Pendidikan Provinsi Papua diharapkan dapat memantau proses penerimaan siswa baru, khususnya SMA dan SMK, pasalnya tingkatan ini sudah dialihkan ke Provinsi.

Agar proses ini berjalan dengan baik, Ketua Komisi V DPR Papua yang membidangi Pendidikan dan Kesehatan juga Olahraga, Kamasan Jack Komboy berharap, jangan ada lagi pungutan liar (Pungli) dilingkungan sekolah, dengan alasa apapun.

"Kecuali pungutan itu berdasarkan kesepakatan pihak sekolah dengan komite sekolah," kata Jack Komboy kepada sejumlah wartawan, akhir pekan kemarin.

Pada kesempatan itu juga, pihaknya berharap sekolah-sekolah yang ada di Papua ini agar membuka ruang sebesar-besarnya dan biarkan proses test itu  berjalan dengan baik.

"Jadi kita bisa mengetahui mana siswa yang layak masuk di sekolah,  dan mereka  yang masuk jangan ada lagi yang lewat pintu belakang dan lain sebagainya,"  tandasnya.

Tidak hanya masalah penerimaan siswa baru, pihaknya membuka ruang kepada orang tua siswa untuk meyampaikan pengaduan bila ada masalah-masalah mengenai pendidikan.

Pada kesempatan itu, ia juga menghimbau kepada orang tua siswa, apabila ada sesuatu yang tidak berjalan dengan baik dalam sekolah tersebut, silahkan datang dan mengadu kepada  Komisi V DPR Papua yang menangani soal Pendidikan.

"Kami siap menerima masukan ataupun pengaduan-pengaduan yang ada, terkait dengan Pungli yang tidak wajar pada  sekolah-sekolah tersebut, sehingga semua dapat berjalan dengan baik,"  pungkasnya. (TIARA)

Dibaca 95 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.