Bentrokan Antar Warga, 1 Rumah Rusak dan 1 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit | Pasific Pos.com

| 20 November, 2019 |

Bentrokan Antar Warga, 1 Rumah Rusak dan 1 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Papua Barat Penulis  Sabtu, 22 Jun 2019 09:09 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Bentrokan antar warga kembali terjadi di Jl. Yos Sudarso, Wirsi, Manokwari, Jumat (21/6) sekitar pukul 11.50 WIT. Kejadian itu berawal ketika sekelompok warga dari arah Reremi membawa busur dan panah serta senjata tajam, mencoba menyerang warga secara membabi buta.

Sebelum melakukan penyerangan, kelompok itu dikabarkan sempat merusak rumah milik Pdt. Eni Bonsapia, tidak jauh dari Kompleks Yapis, Jl. Sujarwo S. Condronegoro. Merasa diserang, warga pun melakukan perlawanan dan melemparkan bantu.

Namun, seorang warga dari kelompok itu yang gagal melarikan diri, terpaksa dianiaya beramai-ramai hingga tidak sadarkan diri. Menerima informasi ada bentrok, aparat keamanan mendatangi lokasi untuk meredam situasi dan mengevakuasi korban penganiayaan ke rumah sakit.

Dari pantauan Tabura Pos, dalam upaya meredam situasi, aparat keamanan sempat melepaskan tembakan peringatan dan berupaya menenangkan warga yang bertikai. Aksi penyerangan pun berlanjut terhadap sekelompok orang yang akan dievakuasi ke Polres Manokwari menumpang mobil patroli.

“Memang ada masalah keluarga yang sedang diurus di polisi hari ini. Masa tiba-tiba datang, lalu kasih rusak mama pendeta punya rumah, lalu serang kitorang sampai di sini,” kata seorang warga yang enggan menyebutkan identitasnya kepada para wartawan di Wirsi, kemarin.

Dikatakannya, dalam penyerangan itu, mereka merusak rumah milik Pdt. Eni Bonsapia dan memukul tantenya di Jl. Yos Sudarso.

Sementara itu, Charles, salah satu perwakilan keluarga Bonsapia, menuntut ganti rugi sebesar Rp. 300 juta terhadap pihak yang melakukan pengrusakan rumah di dekat Yapis, Reremi, Jumat (21/6) siang.

Menurutnya, selain menyebabkan rumah rusak, 3 hewan peliharaan mereka juga mati setelah ditebas senjata tajam (sajam). “Dia tidak tahu masalah, tapi ikut campur. Ini masalah keluarga Bonsapia dengan Bonsapia, tapi kenapa keluarga Indey ikut campur,” katanya kepada Tabura Pos di Polres Manokwari, Jumat (21/6).

Sementara Yustinus Bonsapia menjelaskan, peristiwa ini bermula ketika salah satu keluarganya, menebang pohon Matoa di dekat rumahnya. Pohon itu ditebang karena dikhawatirkan tumbang dan menelan korban, apalagi sekarang sedang musim hujan dan angin kencang.

Tidak terima dengan pohon yang ditebang, keluarga Bonsapia yang lain protes dan terjadi keributan yang berlanjut hingga kemarin. Di saat keributan di antara keluarga Bonsapia, tiba-tiba datang 1 mobil yang berisi 9 orang membawa sajam, kemudian membuat keributan dan mengejar keluarga Bonsapia.

Dikatakannya, selain membuat keributan, mereka juga merusak rumah dan membunuh 3 hewan peliharaan, 2 ekor Babi dan 1 ekor Anjing. Oleh sebab itu, Yustinus meminta pelaku penyerangan bertanggung jawab dan membayar ganti rugi Rp. 300 juta untuk keluarga Bonsapia.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Manokwari, AKP Musa J. Permana mengungkapkan, dalam kejadian itu, pihaknya telah mengamankan sekitar 15 orang yang diduga terlibat keributan tersebut.

“Ada 15 orang yang diamankan, tetapi belum ditahan. Kita masih melakukan pemeriksaan. Kita masih tunggu keterangan dari korban yang dirawat di rumah sakit. Kalau barang bukti yang ditemukan, belum ada laporan,” ungkap Permana yang dikonfirmasi Tabura Pos via WhatsApp, Jumat sore.

Dari pantauan Tabura Pos di Ruang SPKT Polres Manokwari, Jumat siang, pihak Polres Manokwari masih memediasi kedua belah pihak yang terlibat keributan, baik dari keluarga Bonsapia maupun Indey.

Pihak keluarga Bonsapia juga membawa serta Babi yang mati ditebas dengan sajam sembari menunggu hasil pertemuan di Ruang SPKT Polres Manokwari. Sejumlah aparat kepolisian masih bersiaga untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. [BOM/CR45-R1]

Dibaca 157 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX