LPMAK Resmi Berstatus Yayasan | Pasific Pos.com

| 23 September, 2019 |

foto bersama ketua tim transisi LPMAK usai menggelar konferensi pres di Hotel Horison Ultima foto bersama ketua tim transisi LPMAK usai menggelar konferensi pres di Hotel Horison Ultima

LPMAK Resmi Berstatus Yayasan

Lintas Daerah Penulis  Rabu, 19 Jun 2019 20:44 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Timika, Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) resmi berstatus yayasan berdasarkan rapat luar biasa Badan Pengurus dan Badan Musyawarah (BM/BP) tanggal 13 Juni lalu di Hotel Arya Duta Makassar.

Hadir dalam konferensi pers, Ketua Transisi Operasional Abraham Timang, SE, Ketua Transisi pembentukan yayasan Dominikus Mitoro, Ketua tim transisi kompensasi Natan Kum, dan dihadiri oleh Ketua DPRD Mimika Elminus B Mom, SE, dan dihadiri oleh awak media di Timika, baik cetak, elektronik maupun online

Ketua Tim Transisi Opersionel Abraham Timang yang membidangi pendidikan, kesehatan, ekonimi dan infranstruktur mengatakan, usia keputusan dalam rapat luar biasa tersebut maka dibentuklah tim yang terdiri dari perwakilan LPMAK, PT. Freeport Indonesia, Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme, Lembaga Musyawarah Adat Suku Komoro (Lemasko), Pemerintah Daerah, Denominasi Gereja dan perwakilan akademisi yang bertugas untuk melakukan perubahan dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan mitra LPMAK melalui media.

Masa kerja tim transisi tersebut selama 6 bulan terhitung sejak tanggal 13 Juli hingga tanggal 31 Desember. Tim transisi tersebut yang akan mempersiapkan segala sesuatu untuk merubah legalitas LPMAK yang dulunya sebuah lembaga menjadi sebuah yayasan yang memiliki legalitas. Meskipun berada dalam masa transisi, program LPMAK seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, infrastruktur dan sebagainya tetap berjalan seperti biasa.

“Dalam perubahan nama ini tidak ada program yang dirubah. Program kerja dan anggaran yang sudah ditetapkan tetap dijalankan seperti biasa. Tidak ada perubahan sedikit pun dalam hal ini,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan, terkait status 142 karyawan LPMAK yang mana sebanyak 14 karyawan kontrak saat ini akan berakhir di akhir tahun 2019 dan akan diberikan kompensasi, selanjutnya akan menunggu keputusan dari tim transisi apakah akan mempertahankan karyawan-karyawan tersebut dengan membuka penerimaan atau sebagainya belum bisa dipastikan, sehingga menjadi tanggung jawab tim kompensasi untuk penyelesaiannya.

“Terhitung sejak tanggal 1 Januari kami tidak berstatus karyawan LPMAK, pengurus yayasan baru yang akan merekrut sesuai aturan main yang baru berdasarkan kebutuhan,” jelasnya.

Sementara itu ditanya terkait untung rugi merubah status lembaga menjadi yayasan. Kata Abraham, ada 3 point penting yang mana apabila merubah status lembaga ke yayasan terkait legalitas hukum, terkait kepemilikan aset LPMAK yang bergerak maupun tidak bergerak untuk dialihkan ke yayasan, sehingga tidak saling mengklaim aset LPMAK sebagai milik pribadi.

"Untung ruginya itu ada, untungnya itu mslah legalitas dan kepemilikan aset," kata Abraham. (Ricky).

Dibaca 81 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.