Juknis Pembatasan Usia Sekolah Masuk SMA/SMK Harus Ditinjau Ulang | Pasific Pos.com

| 23 July, 2019 |

Juknis Pembatasan Usia Sekolah Masuk SMA/SMK Harus Ditinjau Ulang

Beri rating artikel ini
(0 voting)

NABIRE - Peraturan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Nomor : 420/1323 tentang Petunjuk Teknis Penerimaan Peserta Didik Baru pada Pendidikan SMA dan SMK tahun 2019 semestinya dapat ditinjau kembali.

Karena yang tertulis dalam Juknis tersebut pada Bab III menyebutkan, persyaratan calon peserta didik Pasal 4  huruf C jelas–jelas ditulis calon peserta yang hendak melanjutkan pendidikan kejenjang pendidikan SMA dan SMK berusia setinggi–tingginya 17 tahun pada awal tahun pelajaran 2019/2020.

Sementara berdasarkan data yang dihimpun media ini di beberapa sekolah SMA dan SMK yang ada di Kabupaten Nabire pada saat pendaftaran murid baru, ternyata ditemukan ada murid lulusan SMP/MTs di tahun pelajaran 2019/2020 ini ada yang sudah berusia 18, 19 dan 20 tahun.

Dengan demikian diharapkan agar Juknis pelaksanaan penerimaan murid baru yang dikeluarkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua harus ditinjau ulang, karena Juknis tersebut sangat bertentangan dengan ketentuan lainnya.

Dimana pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kabudayaan (Permendikbud) nomor 51 tahun 2018 tentang petunjuk teknis penerimaan murid baru, maka semua sekolah SMA dan SMK harus merujuk pada petunjuk Permendikbud tersebut.

Karena dalam Permendikbud tersebut mengamanatkan, siswa–siswi lulusan SMP/MTs yang hendak melanjutkan pendidikan kejenjang pendidikan SMA dan SMK paling tinggi berusia 21 tahun, maka kita harus merujuk pada Permendikbud tersebut dan diharapkan Juknis yang dikeluarkan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua dapat ditinjau ulang.(des)

Dibaca 56 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.