Miras Masih Penyebab Utama Kasus Kejahatan | Pasific Pos.com

| 5 December, 2019 |

Latihan pra operasional Bina Kusuma Matoa 2019. Latihan pra operasional Bina Kusuma Matoa 2019.

Miras Masih Penyebab Utama Kasus Kejahatan

Kriminal Penulis  Selasa, 18 Jun 2019 20:58 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura – Wakapolda Papua, Brigjen Pol Drs. Yakobus Marjuki menyampaikan bahwa situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polda Papua secara umum masih terdapat angguan-gangguan.

Penyebab timbulnya gangguan Kamtibmas yang terjadi di masyarakat, kata Wakapolda, sebagian besar dipengaruhi oleh minuman keras (miras) sehingga melakukan tindakan yang berpotensi melanggar hukum dalam hal ini premanisme, street crime dan pencurian kendaraan bermotor  (Curanmor).

Hal itu disampaikan Wakapolda dalam kegiatan Latihan Pra Operasional Bina Kusuma Matoa 2019, di aula Rupatama Mapolda Papua, Senin (17/6/2019).

Dikatakan, adanya kegiatan operasi Bina Kusuma Matoa 2019, Polri hadir di tengah-tengah masyarakat untuk mengetahui permasalahan yang timbul sehingga Polri dapat memberikan suatu solusi dalam penyelesaian permasalahan yang terjadi.

"Kegiatan ini dalam pelaksanaannya harus mengedepankan fungsi preventif dan preemtif dengan harapan adanya operasi Bina Kusuma Matoa 2019 ini dapat menekan angka kejahatan yang terjadi di wilayah Polda Papua sehingga dapat berdampak pada stabilitas Kamtibmas dan meningkatkan pembangunan daerah di Provinsi Papua," imbuh Wakapolda.

Ditambahkan, peserta latihan Pra Oprasional Bina Kusuma Matoa 2019 dalam melaksanakan kegiatan operasi diharapkan bertindak secara profesional serta bersikap dan berperilaku sebagai anggota Polri yang melindungi mengayomi dan melayani masyarakat sehingga apa yang dilaksanakan Benar-benar bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.

Operasi Bina Kusuma Matoa 2019 ini akan berlangsung selama 15 hari mulai dari tanggal 18 juni sampai dengan 2 Juli 2019 dengan melibatkan 60 personil Gabungan. (Zulkifli)

Dibaca 137 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Trending Topik