Harapan Masyarakat Timika Pupus Saat PTFI Bangun Smelter Di Gresik | Pasific Pos.com

| 23 September, 2019 |

Harapan Masyarakat Timika Pupus Saat PTFI Bangun Smelter Di Gresik

Headline Penulis  Senin, 17 Jun 2019 18:40 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Timika, - Impian dan harapan masyarakat Papua, khususnya masyarakat Mimika pupus atau hilang. Hal ini dikatakan demikian sebab saat ini PT Freeport Indonesia (PTFI) mulai membangun pemurnian mineral (smelter)  ini di kecamatan Manyar, Gresik, Jawa Timur di wilayah yang merupakan kompleks kawasan industri Java Integreted Industrial and Ports Estate (JIIPE).

Padahal diharapkan  dengan dibangunnya smelter di Mimika maka daerah ini akan menajadi kawasan industri baru, karena akan menghadirkan industri  lainnya sebagai industri pendukung  dan jelas akan menciptakan ribuan lapangan pekerjaan bagi masyarakat daerah ini.

Walau tidak di Papua, namun perencanaan dan progres pembangunan smeler di Gresik tetap membutuhkan biaya yang terbilang besar. Bahkan PTFI harus memberlakukan opsi peminjaman uang di bank  baik bank nasional ataupun internasional sebagai jalan keluar.

“Kita butuh 2,8-3 miliar dolar (40-43 triliun) sehingga kita butuh dana pinjaman dari bank karena setiap proyek yang dikerjakan PTFI pendanaanya sendiri-sendiri dengan berbagai opsi termasuk pembangunan smelter,” ujar Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas kepada wartawan di Rimba Papua Hotel, Senin (17/6).

Ia menjelaskan, investasi sebesar itu akan digunakan selama lima tahun untuk pembangunan smelter. Sejauh ini saja, PT Freeport Indonesia telah mengeluarkan dana sebesar Rp 2 triliun.

“Dana 2 triliun sudah digunakan untuk membiayai beberapa pekerjaan seperti pengadaan lahan, pematangan dan studi. Sekarang kita lagi finalisasi front end engineering design yang merupakan studi akhir atau detail engineringnya. Lahan 100 hektar juga sudah siap dan kita juga sedang lakukan pemadatan dan lagi pemasangan Prefabricated Vertical Drain (PVD) supaya tanah industri ini lebih padat,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakannya pada tahun 2023 nanti pembangunan smelter selesai dikerjakan dan langsung berproduksi. Walau demikian, proses ini sepenuhnya tidak akan menggangu produksi PTFI karena PTFI tetap diperbolehkan untuk melakukan ekspor hasil produksi mereka.

“Banyak faktor penyebab sehingga kita tidak bangun di Papua tetapi di Gresik. Diantaranya karena pemanfaatan azam zulfat yang akan dimanfaatkan oleh Petrokimia Putera, keberadaan listrik dan faktor sarana pendukung lainnya,” ujar Tony Wenas menjelaskan faktor penyebab dibangunnya smelter di Gresik.

Tampaknya rencana pembangunan smelter di Gresik merupakan pengembangan dari smelter yang telah ada. Dari pantauan Pasific Pos, smelter di Gresik telah operasional sejak 5 tahun lalu.

Dibaca 214 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.