Demo Makan Korban Luka | Pasific Pos.com

| 21 August, 2019 |

Demo Makan Korban Luka

Beri rating artikel ini
(0 voting)

NABIRE - Aksi demo puluhan tenaga honorer kebersihan di Dinas Lingkungan Hidup Nabire, Rabu (12/6) kemarin, memakan korban luka-luka.

Aksi demo dengan pemalangan ruas jalan di depan Kantor Dinas Lingkungan Hidup Nabire, sempat diwarnai kericuhan saat personil dari Satuan Pol PP melakukan pembongkaran palang.

Massa melakukan perlawanan karena tidak terima personil Satpol PP membongkar palang. Akibat kericuhan itu, sejumlah orang dari pihak massa pendemo dan anggota Satpol PP mengalami luka-luka.

Puluhan pegawai honorer ini melakukan aksi demo meminta pembayaran honor mereka selama lima bulan, dari bulan Januari hingga Mei 2019. Massa meminta agar pemerintah Kabupaten Nabire segera membayarkan honor mereka.

Tidak berselang lama, personil dari Polres Nabire tiba di lokasi aksi. Bahkan pihak kepolisian sempat mengamankan dari pihak massa yang berdemo. Massa lainnya sempat meminta agar pihak kepolisian membebaskan rekannya yang diamankan.

Selanjutnya massa menuju ke Kantor Bupati Nabire, untuk mendapat jawaban dari pemerintah Kabupaten Nabire terkait tuntutan mereka. Massa berkumpul di sekitar lapangan upacara Kantor Bupati, menunggu kehadiran Bupati Nabire.

Sekitar pukul 12.00 WIT, Bupati Isaias Douw, tiba di Kantor Bupati. Bupati sempat masuk ke ruang kerjanya sebelum menemui massa pendemo. Sekitar pukul 12.30 WIT, Bupati Isaias menemui massa yang berdemo.

"Ini untuk yang kedua kalinya kalian demo saya. Sebenarnya tidak perlu palang-palang sampai jadi masalah, bahkan ada yang sampai luka-luka, "kata bupati di hadapan massa.

Lebih lanjut dikatakan bupati, ini baru hari kedua kerja sehingga para tenaga honorer diharapkan bersabar. Kata bupati, dirinya sudah perintahkan Kepala BPKAD Nabire untuk memproses pembayaran honor 5 bulan. Setelah honor 5 bulan dibayarkan, lanjut bupati, seluruh honorer akan diberhentikan.

"Setelah itu saya yang tentukan, saya yang akan terima tenaga-tenaga yang kerja. Selama ini kan banyak yang tidak kerja. Sekarang tidak ada lagi kepala dinas yang ambil honorer ranpa sepengetahuan bupati,"tegasnya.

Berbicara soal tenaga kebersihan nantinya, lanjut bupati, dirinya akan menugaskan tenaga kebersihan yang berasal dari setiap lokasi masing-masing agar bisa bertanggung jawab dengan kebersihan di wilayahnya. (ros)

Dibaca 166 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX