LSM Papua Bangkit Laporkan Tiga Kasus Kepada Ombudsman Papua | Pasific Pos.com

| 19 September, 2019 |

Ketua LSM Papua Bangkit, Ir. Hengky Jokhu saat menujukan tanda bukti telah diterimanya laporan oleh Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Papua kepada awak media di Gunung Merah Sentani, Selasa (11/06) siang. Ketua LSM Papua Bangkit, Ir. Hengky Jokhu saat menujukan tanda bukti telah diterimanya laporan oleh Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Papua kepada awak media di Gunung Merah Sentani, Selasa (11/06) siang.

LSM Papua Bangkit Laporkan Tiga Kasus Kepada Ombudsman Papua

Sosial & Politik Penulis  Selasa, 11 Jun 2019 21:25 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

SENTANI–Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Papua Bangkit merupakan salah satu LSM di Papua yang selama ini bersuara lantang menentang sejumlah persoalan berkaitan dengan pelayanan publik dari pemerintah dan adanya dugaan penyalahgunaan kewenangan kembali bersuara.

Kali ini, LSM Papua Bangkit tidak hanya melayangkan protes kepada pemerintah daerah namun disertai dengan pembuatan pelaporan kepada pihak Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Papua yang di komandoi oleh, Sabar Iwangging, SH.

Tidak tanggung-tanggung, LSM Papua Bangkit dalam sekali pelaporannya, melaporkan tiga masalah sekaligus kepada Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Papua yakni, pelaporan pertama mengenai proses pembangunan jembatan yang perencanaannya telah dilakukan selama 10 tahun tetapi tidak terealisasi.

"Jadi selama 10 tahun sejak jembatan ini hanyut karena bencana alam, tidak pernah ada respon dari pemerintah dalam hal ini Dinas PU Kabupaten maupun Provinsi padahal masyarakat disini selalu taat membayar pajak dan pajak dipungut kan untuk pembangunan tapi kenapa sampai hari ini jembatan itu tidak pernah diperbaiki, itu yang menjadi tuntutan masyarakat sehingga meminta LSM Papua Bangkit untuk membantu persoalan ini dan malaporkan ke Ombudsman untuk melalukan penyidikan,"beber Ketua LSM Papua Bangkit, Ir. Hengky Jokhu kepada awak media di Gunung Merah Sentani, Selasa (11/06) siang.

“Kedua, kami melaporkan soal legalitas kepemilikan tanah yang diatasnya Rumah Sakit Umum  Daerah (RSUD) Yowari berdiri. Dimana, tanah RSUD Yowari memiliki double sertifikat kepemilikan yang diduga sengaja dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) berkonspirasi dengan instansi atau pejabat terkait di Pemerintah Dareah (Pemda) Jayapura,”tambahnya.

Sedangkan, masalah yang ketiga, lanjut Hengky adalah sebuah lahan seluas 3 Ha di Ariyauw Kampung Ifar Besar Distrik Sentani,  yang mana diatas tanah tersebut ada investasi Pemerintah Kabupaten Jayapura  sebesar, 7, 8 Milyart dan Dirjen Perhubungan Udara sebesar, 11,7 Milyart. Tanah tersebut tidak bisa dimanfaatkan akibat ketidakseriusan pejabat terkait di Pemerintah Kabupaten Jayapura dan DPRD Kabupaten Jayapura.

Menurutnya, pelaporan yang dilakukan oleh pihaknya ke Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Papua lantaran tidak adanya niat baik dari para pihak berkompeten untuk menyelesaikan. Selain itu, diperkuat dengan adanya aduan atau permintaan dari warga kepada LSM Papua Bangkit untuk mendampingi sekaligus menangani permasalahan yang dihadapi.

Jokhu meminta dengan tegas kepada Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Papua untuk secepatnya melakukan penanganan terhadap beberapa masalah yang telah disebutkan sebab jika tidak, kedepan banyak terjadi proses pembiaran terhadap masalah-masalah seperti yang telah dilaporkan olehnya.

“Kami terus akan kawal, jika dalam tindaklanjut Obudsman atas laporan kami terdapat ada penyalahgunaan kewenangan oleh beberapa pihak yang sudah disebutkan dalam materi pelaporan dalam tiga substansi pelaporan kami maka hendaknya itu diserahkan kepada kejaksaan dan kepolisian selaku lembaga penyidik guna melakukan penyidikan lebih lanjut,” harapnya.

Dalam pelaporannya Hengky mengingkan agar dinas terkait seperti Dinas PU dan Badan Pertanahan untuk diaudit Ombudsman.

"Sehingga Pemerintahan di Kabupaten Jayapura lebih profesional dan bebas dari praktek KKN itu keinginan besar LSM Papua Bangkit,"pungkas Hengky.

Dibaca 114 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Berita Terkini