Pasar Murah Menjadi Program Tahunan Pemprov Papua Barat | Pasific Pos.com

| 20 July, 2019 |

Pasar Murah Menjadi Program Tahunan Pemprov Papua Barat

Papua Barat Penulis  Jumat, 31 Mei 2019 21:04 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Pemerintah Provinsi Papua Barat setiap tahun melaksanakan pasar murah secara bergilir di kabupaten/kota yang ada di wilayah Papua Barat.

“Ini program tahunan pemerintah provinsi dan untuk tahun ini dipusatkan di tiga titik yakni Raja Ampat, SP-4, dan terakhir di Manokwari. Digilir. Tahun sebelumnya Fakfak, Sorong, jadi dilaksanakan bergilir di kabupaten/kota. Ketika menghadapi momen-momen Lebaran dan Natal, pemda berupaya menjamin ketersediaan bahan pokok dan tentu dengan harga terjangkau,” ujar Wakil Gubernur Papua Barat, Mohammad Lakotani usai membuka pasar murah di halaman eks kantor Bupati Manokwari, Rabu (29/5).

Lakotani berharap tidak terjadi permainan harga yang memberatkan masyarakat yang akan menghadapi hari raya. Harga barang kebutuhan pokok yang dijual di pasar murah relatif lebih rendah dibanding harga di pasar atau di toko.

Walau perbedaan harga itu tidak  terlalu besar, namun menurutnya, harga barang di pasar murah lebih rendah dibanding harga di pasar. “Intinya pasar murah ini upaya pemerintah untuk menekan jangan sampai terjadi lonjakan harga yang merugikan masyarakat dan memastikan bahwa ketersediaan bahan pokok untuk menghadapi hari besar tersedia dengan cukup. Prinsipnya ketersediaan cukup sampai hari raya. Jadi masyarakat kita minta untuk tidak panik,” katanya.

Barang yang dijual di pasar murah, sudah dikoordinasikan agar barang-barang yang dijual adalah barang layak dikonsumsi hingga Lebaran dan beberapa saat setelah Lebaran. Soal barang expired, menurut dia, belum dilihat secara teliti.

Namun, sejak awal pihaknya sudah mengingatkan para distributor untuk menyiapkan bahan-bahan yang layak untuk dikonsumsi sampai pasca Lebaran.

Kepala BI Perwakilan Papua Barat, Donny Heatubun mengatakan, pasar murah merupakan salah satu bentuk koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID, pemerintah daerah, dan Satgas Pangan untuk memastikan dan meyakinkan masyarakat agar tidak panik. Sebab, stok bahan kebutuhan pokok atau sembako cukup, bahkan melebihi dari proyeksi.

“Kita pastikan semua masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan nyaman, tidak ada yang perlu dibuat panik,” katanya.

Dalam pasar murah itu, perbedaan harga barang dengan di toko hanya antara Rp 2-5 ribu. Namun yang pasti, barang di pasar dijual lebih murah dibanding di pasar pada umumnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Papua Barat, George Yarangga mengatakan, pasar murah dilaksanakan untuk mengendalikan harga, sehingga masyarakat dapat merasakan dan membeli kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.

Saat ini, kata dia, hanya enam distributor yang terlibat sesuai dengan yang mengikuti rapat bersama TPID dan Disperindag Papua Barat serta bersedia menjual dengan harga distributor.

“Kita berharap mereka selama tiga hari dapat menyediakan kebutuhan untuk dibelanjakan oleh masyarakat, terutama kaum Muslim yang akan merayakan Idul Fitri, sehingga baik minuman maupun beras dari Bulog, bahkan ada telur, bisa meringankan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat itu sendiri,” tukas Yarangga. (BNB-R3)

Dibaca 65 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.