Towansiba Akui ada ASN yang Sudah Lama tidak Berkantor | Pasific Pos.com

| 19 August, 2019 |

Towansiba Akui ada ASN yang Sudah Lama tidak Berkantor

Papua Barat Penulis  Selasa, 28 Mei 2019 15:21 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Dinas PRKP) dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manokwari membenarkan adanya ASN di OPD-nya yang tidak masuk kantor.

ASN “nakal” tersebut telah diberikan teguran lisan dan teguran tertulis pertama.

Kepala Dinas PRKP Kabupaten Manokwari, Joni Towansiba mengatakan, setelah pelantikan pada Desember 2018, salah satu ASN di kantornya itu hanya seminggu saja berkantor. Oleh karena itu, dirinya membuat surat panggilan pertama kepada yang bersangkutan.

“Setelah itu besoknya dia tidak masuk lagi sampai hari ini. dan surat kami sudah kirimkan,” sebutnya kepada wartawan di halaman kantor bupati yang lama, Senin (27/5).

Terkait langkah yang dilakukan, kata Towansiba, dirinya sudah menahan gaji yang bersangkutan dan mengirim surat panggilan kepada yang ASN tersebut dengan tembusan kepada bupati dan sekda untuk laporan.

“Tapi kelihatannya, ASN yang bersangkutan pembawaannya dari dulu seperti itu. Padahal, dia lulusan STPDN. Jadi langkah sebagai pembina kepegawaian di OPD sudah dilakukan. Nanti akan diikuti langkah selanjutnya seperti apa karena sampai sekarang tidak masuk. Kita tunggu petunjuk selanjutnya dari Inspektorat,” katanya.

Kepala BPBD Kabupaten Manokwari, Johannes Jaftoran, soal salah satu ASN yang sudah tidak masuk kantor, dia juga mengakuinya. Namun, pihaknya masih melaksanakan pembinaan dan sudah melakukan panggilan pertama serta telah disampaikan kepada Inspektorat untuk melakukan pembinaan.

ASN tersebut sudah cukup lama tidak berkantor sudah lebih dari sebulan, sehingga perlu diberikan pembinaan. “Itu baru panggilan sebenarnya. Panggilan kedua dan ketiga tidak diindahkan, akan dilanjutkan laporan ke bupati,” kata Jaftoran.

Dia mengaku, sebelum memberikan teguran tertulis, sudah diberikan teguran lisan. Bahkan, teguran lisan, sudah disampaikan setiap apel pagi. Sebagai pimpinan, kata Jaftoran, dirinya sudah selalu mengingatkan dalam setiap apel pagi.

ASN dimaksudkan, katanya, bertugas di Sekretariat BPBD dan pihaknya sudah melakukan pemanggilan kedua dan ketiga namun tidak juga diindahkan sehingga pihaknya akan bersurat ke bupati.

“Entah mungkin kurang pas di BPBD, mungkin pasnya di dinas lain, itu urusan Pak Bupati,” sebutnya.

Ditanya apakah kemungkinan ASN itu diberhentikan, dia mengatakan, pertimbangan kemanusiaan pasti ada. Oleh karena itu, kemungkinan akan dimutasi ke OPD lain. (BNB-R3)

Dibaca 126 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX