Pasca Kericuhan Waghete, Sikon Deiyai Berangsur Aman | Pasific Pos.com

| 19 September, 2019 |

Pasca Kericuhan Waghete, Sikon Deiyai Berangsur Aman

Beri rating artikel ini
(0 voting)

DEIYAI - Pasca kericuhan yang terjadi di Waghete, tepatnya di sekitar Mapolsek Tigi, Situasi dan Kondisi (Sikon) keamanan di wilayah hukum Polres Paniai, Kabupaten Deiyai beransur-ansur aman dan kondusif.

Peristiwa di Waghete yang terjadi pada hari Selasa, 21 Mei 2019 kemarin itu sempat membuat Sikon di wilayah tersebut mencekam. Namun saat ini, situasi keamanan di Deiyai dapat dikatakan pelih, meskipun hingga berita ini ditulis belum ada komentar resmi dari pihak keamanan secara langsung.

Kericuhan yang terjadi di Deiyai, seperti digambarkan media online nasional mulai dari kondisi Mapolsek Tigi dan bangunan yang dirusak akibat luapan kemarahan massa, karena jatuhnya korban jiwa atas nama Yulius Mote. Selain membakar Mapolsek Tigi, massa juga merusak mobil patroli milik kepolisian dan sejumlah bangunan lain di sekitarnya.

Salah seorang warga di Deiyai mengabadikan sejumlah kerusakan yang terjadi pasca kericuhan tersebut. Seperti diketahui, kasus penembakan ini terjadi di Waghete kabupaten Deiyai, Selasa sore sekitar pukul 17.00 WIT.

Dikabarkan, dari kasus penembakan ini mengakibatkan jatuh korban di pihak warga sipil. Selain itu juga terjadi pembakaran Mapolsek Tigi oleh masyarakat yang marah akan terjadinya peristiwa tersebut.

Salah satu korban yang meninggal dunia, yaitu Yulius Mote, telah dimakamkan pihak keluarga di depan Mapolsek Tigi pada hari kamis (23/05). Pihak keluarga korban meminta agar polisi mengusut tuntas pelaku penembakan. Pihak keluarga juga menyesalkan pernyataan polisi bahwa tidak ada korban tewas dalam kasus ini.

Pihak Polda Papua sendiri tengah berada di Deiyai untuk melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Selain dalam proses intevigasi, dengan menurunkan beberapa anggota dari Propam dan Satuan Kriminal Umum, pihak Kepolisian Daerah Papua kabarnya sedang melakukan penyelidikan kasus pemerkosaan 3 warga sipil di Deiyai. (wan/ist)

Dibaca 187 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Berita Terkini