Kepala Daerah se Papua Barat Sepakat Susun Perda Larangan Miras | Pasific Pos.com

| 24 October, 2019 |

Kepala Daerah se Papua Barat Sepakat Susun Perda Larangan Miras

Papua Barat Penulis  Rabu, 22 Mei 2019 10:31 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP - Pemerintah daerah di 12 kabupaten dan 1 kota se provinsi Papua Barat telah bersepakat untuk merancang peraturan dearah (raperda) tentang pelarangan minuman keras (miras) di wilayah Papua Barat.

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan mengatakan, kesepakatan ini telah dilakukan dalam rapat kerja (raker) kepala daerah se provinsi Papua Barat di Teminabuan Kabupaten Sorong Selatan (Sorsel) Papua Barat, Senin (29-30/4) lalu.

“Provinsi Papua sudah duluan memulai untuk melarang peredaran miras. Kita Papua Barat sudah sepakat membuat raperda melarang peredaran miras di Papua Barat,” kata Mandacan saat menghadiri acara peletakan batu pertama pembanguan gedung gereja Jemaat Kairos, Gereja Kingmi di Tanah Papua, di Swapen Perkebunan, Manokwari, Selasa (21/5).

Menurutnya, dengan adanya raperda yang akan ditetapkan sebagai perda larangan miras ini dapat mengatasi peredaran miras di Tanah Papua.

Gubernur juga menegaskan, tidak akan lelah dan akan terus mengimbau agar tidak ada lagi peredaran miras di tanah Papua. Sebab, banyak imej bahwa orang Papua identik dengan miras, padahal tidak demikian. “Kita membangun Papua harus dimulai dari Mansinam, Manokwari, Papua Barat. Sebab, dari Mansinam, Manokwari inilah dimulai peradaban baru bagi orang Papua di seluruh Tanah Papua. Tetapi itulah kita, kita sendiri tidak menghayati hal itu dan memaknai injil ini. pasti ada yang marah ketika saya terus menyuarakan larangan miras di Papua Barat, tetapi tidak papa,” ucap Mandacan.

Lebih lanjut, kata dia, dalam berbagai kesempatan dirinya selalu menyampaikan larangan miras, sehingga ketika dirinya jalan ada orang yang sempat bilang bahwa bapa miras ada jalan.

“Kalau saya jalan, orang bilang itu bapak miras ada jalan itu, tapi tidak papa, saya mau bilang bahwa harkat, martabat, dan jati diri orang Papua tidak bisa diukur dengan yang tinggi (Yanti) istilah minuman merk jenever, robinson dan yang ceper (yance) istia bagi miras jenis vodca. Memang setiap kesempatan saya sampaikan hal ini, kalau kami pejabat tidak menyampaikan larangan miras terus menerus nanti masyarakat bilang kita pejabat tutup mata atas persoalan ini,” tukas Mandacan.

Mantan Bupati Manokwari 2 periode ini menambahkan, menerima informasi di daerah lain di tanah Papua, ada calon kepala daerah yang mencalonkan diri dengan merencanakan larangan miras. Namun, tidak dilakukan karena takut tidak terpilih rakyatnya. “Bagi saya itu pemimpin yang tidak mempunyai iman. Ingat bukan manusia yang memiliki kita tetapi Tuhan-lah yang memiliki kita,” tandas Mandacan. [FSM-R3]

Dibaca 108 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX