Juni, Inspektorat Lelang Hasil Penyitaan Asset Milik Pihak Ketiga | Pasific Pos.com

| 23 September, 2019 |

Juni, Inspektorat Lelang Hasil Penyitaan Asset Milik Pihak Ketiga

Papua Barat Penulis  Rabu, 22 Mei 2019 10:30 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP - Pemerintah Provinsi (pemprov) Papua Barat sudah menyusun rencana untuk melelangkan asset-asset milik pihak ketiga pada bulan Juni 2019.

Asset-asset tersebut merupakan asset pihak ketiga yang disita oleh Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) sebagai ganti rugi kerugian daerah yang tidak digantikan oleh pihak ketiga.

Menurut Kepala Inspektorat Provinsi Papua Barat, Sugiyono, sejumlah aset yang disita milik pihak ketiga itu telah menimbulkan kerugian daerah khususnya di lingkup pemprov Papua Barat.

Aset itu, rincinya mulai dari lahan seluas 11.000 m2  yang berlokasi di Bekasi Jawa Barat milik Yayasan PJ (Papua Jerman), asset tanah seluas 3,5 hektar berlokasi di Manokwari Papua Barat milik salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Papua Barat, dan sejumlah asset lainnya.

Sugiyono mengatakan, pihaknya sudah menentukan akses planing untuk hasil pemeriksaan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan Papua Barat. “Jadi 60 hari setelah penandatanganan Surat Keterangan Tanggung Jawab Mutlak (SKTJM) barulah kita lelang. Baru bulan lalu yang kita menandatangani SKTJM, nanti satu bulan kemudian barulah kita melakukan pelelangan asset-asset milik pihak ketiga ini,” terang Sugiyono kepada wartawan di kantor Inspektorat Provinsi Papua Barat, Selasa (21/5).

Dijelaskan Sugiyono, apabila dalam waktu 60 hari tidak bisa menggantikan kerugian daerah, pihaknya akan segera melelang asset-asset milik pihak ketiga itu untuk menutupi kerugian daerah.

Sebab, lanjut dia, pihak ketiga atau yang bersangkutan sudah menandatangani surat kuasa agar pihaknya melakukan pelelangan asset-asset tersebut. “Kami akan membuka proses lelang ini secara umum, baik di kantor Gubernur Papua Barat, di kantor Inspektorat dan kami juga akan memberikan pengumuman melalui media massa,”pungkasnya.[FSM-R3]

Dibaca 131 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.