Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Merauke, Serahkan Diri ke Polisi | Pasific Pos.com

| 11 December, 2019 |

pelaku ( baju merah) ketika berada di Mapolres Merauke pelaku ( baju merah) ketika berada di Mapolres Merauke

Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Merauke, Serahkan Diri ke Polisi

Kriminal Penulis  Senin, 20 Mei 2019 19:50 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA –Kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap Musriatun (59) wanita lanjut usia di Kampung Sigabel Jaya, Distrik Muting, Kabupaten Merauke, pada 1 Mei lalu akhirnya terungkap. Pelaku yang diketahui berinisal RM, remaja berusia 16 tahun.

Kapolres Merauke, AKBP Bahara Marpaung melalui Kasubbag Humas Polres, AKP Suhardi dalam siaran persnya, Minggu (19/5) mengatakan, pelaku pembunuhan telah menyerahkan diri ke Polres Merauke, pada Jumat (17/5) siang.

Selain mengamankan pelaku, kata Suhardi, pihaknya telah menyita barang bukti berupa kampak bergagang kayu yang digunakan pelaku RM untuk menghabisi nyawa Musriatun. Tak hanya itu, kaos kuning milik pelaku yang berlumuran darah Musriatun turut disita.

Ia menuturkan, terungkapnya kasus ini berawal dari informasi Kepala Kampung Sigabel Jaya Laode Ali Husa, terkait kecurigaan warganya terhadap RM dalam kondisi baju berlumuran darah, pada Rabu (15/5).

“Kepala Kampung ini mendengar cerita dari warganya bernama Melan yang melihat pelaku RM tengah mencegat mobil di ujung pohon sagu. Saat itu, Melan melihat RM dalam kondisi wajah terluka dan baju bermuluran darah,” terangnya.

Dari informasi itu, lanjutnya, Polsek Muting langsung menerjunkan anggotanya menelusuri keberadaan RM, yang ternyata tengah berada di Wasur, Kabupaten Merauke, pada Kamis (16/5) lalu.

“Kapolsek Mutings udah memperintahkan angota mengejar RM, baru tiba-tiba mendapat informasi jika RM sudah menyerahkan diri di Polres Merauke,” bebernya.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, Suhardi membeberkan, kasus pembunuhan ini diduga bermotif sakit hati. Pelaku diduga tidak terima dengan tudingan korban Musriatun yang menuduhnya mencuri di rumah tetangga.

“Saat itu korban hendak masuk rumah, tiba-tiba RM menanggalkan paksa celana korban dan kemudian merangkulnya dari belakang lantas memperkosaanya. Usai memperkosa, RM memukul bagian kepala korban menggunakan batu cobek hingga pingsan,” urainya.

Suhardi memandang aksi pembunuhan oleh remaja berusia 16 tahun ini cukup keji. “Korban ditemukan dengan luka benda tajam pada bagian kepala akibat dibacok menggunakan kampak oleh RM sebanyak 5 kali,” ungkap Suhardi.

Dibaca 251 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX