Masyarakat Diminta Tidak Terpengaruh People Power | Pasific Pos.com

| 22 November, 2019 |

Ketua MUI Kabupaten Merauke, H.Amirudin Saleh, Uskup Agung dan Bupati  (foto:ist) Ketua MUI Kabupaten Merauke, H.Amirudin Saleh, Uskup Agung dan Bupati (foto:ist)

Masyarakat Diminta Tidak Terpengaruh People Power

Papua Selatan Penulis  Senin, 20 Mei 2019 12:54 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Bupati Merauke, Frederikus Gebze meminta semua pihak untuk tidak mudah terhasut oleh gerakan-gerakan yang ingin mendorong atau berupaya melakukan pengumpulan massa dengan cara yang kurang konstitusional pada tanggal 22 Mei 2019. “Saya Bupati Merauke melarang masyarakat untuk melakukan aksi pengumpulan massa yang berlebihan dan tidak sesuai dengan tata cara yang ada.  Sekali lagi saya minta warga Merauke untuk mematuhi apa yang menjadi arahan pemerintah, TNI dan Polri sehingga bangsa ini tetap damai dan semua dilakukan dengan cara-cara yang beretika dan beradab sesuai dengan etika ketimuran di wilayah ini,”tegas bupati di ruang kerjanya .

Bupati juga meminta agar semua pihak menerima hasil pemilu dengan baik meskipun masih terdapat kekurangan dan ia menyampaikan terima kasih di Kabupaten Merauke yang telah melaksanakan pemilu dengan aman dan tertib. Sementara itu Ketua MUI Kabupaten Merauke, H. Amirudin Saleh di kediamannya juga dengan tegas menyatakan penolakan terhadap  gerakan people power dan mengajak seluruh elemen bangsa khususnya yang ada di Kabupaten Merauke untuk menjunjung tinggi kebersamaan dan kesatuan. Kalau ada pihak-pihak tertentu yang mau melakukan pengerahan masa atau people power maka MUI menolak adanya people power karena itu bertentangan dengan  hati nurani. jika ada masalah dapat dilaporkan sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

“Pemilihan presiden dan pemilihan legislatif 2019 sudah berjalan dengan demokratis, jadi kita kembali kepada keputusan KPU siapa yang akan nanti terpilih itulah yang harus kita hargai. Kita mendukung dan memberikan apresiasi kepada KPU RI dalam pelaksanaan pemilu serentak. Oleh sebab itu mari kita berikan dukungan kepada KPU agar bisa bekerja maksimal,”ujarnya. Hal senada juga diungkapkan Uskup Agung Merauke, Mgr.Nicholaus Ady Seputra, MSC  yang mengapresiasi keamanan dan kelancaran pemilu di Merauke. Terkait dengan pengumuman resmi KPU akan dilaksanakan 22 Mei mendatang oleh sebab itu warga diminta untuk menunggu pengumuman tersebut dengan hati yang damai dan tetap menjaga kerukunan.  

Menurutnya, rencana people power adalah gerakann yang melawan konstitusi dan mengusik hati nurani bangsa yang bermartabat. “Jadi kita harus jaga kehormatan bangsa dan menerima siapa yang diumumkan sebagai pemenang oleh KPU dan yang kalah. Pendidikan politik bagi anak bangsa dan generasi ke depan sangat penting sehingga kita harus memberikan teladan yang baik bagi anak cucu kita sehingga mampu membawa bangsa ini menjadi bangsa yang dihormati oleh masyarakatnya sendiri  dan bangsa lain,”jelas uskup.

Dibaca 111 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.