Seratus Hektar Lahan Perkebunan Disiapkan Bagi Warga Korban Luapan Danau Sentani | Pasific Pos.com

| 23 October, 2019 |

Kepala Dinas Tanaman Pangan Dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Jayapura, Adolf Yoku SP., MM saat mengarahkan salah satu Kabid untuk melakukan pertemuan terkait penyedian lahan Kakao. Kepala Dinas Tanaman Pangan Dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Jayapura, Adolf Yoku SP., MM saat mengarahkan salah satu Kabid untuk melakukan pertemuan terkait penyedian lahan Kakao.

Seratus Hektar Lahan Perkebunan Disiapkan Bagi Warga Korban Luapan Danau Sentani

Kabupaten Jayapura Penulis  Senin, 20 Mei 2019 11:47 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

SENTANI - Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Jayapura telah menyiapkan 100 hektare lahan pertanian baru bagi warga di pesisir Danau Sentani yang rumahnya rusak dan masih terendam luapan air Danau Sentani dampak dari bencana banjir bandang yang menerjang Sentani beberapa waktu lalu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Kadisbunnak) Kabupaten Jayapura, Adolf Yoku, SP., MM, mengatakan ada delapan kampung di wilayah lingkar selatan yang menjadi fokus pemerintah untuk merelokasi warga dan nanti akan dibina untuk menjadi petani Kakao.

Delapan kampung yang di maksud, kata Adolf Yoku adalah kampung terdampak terkena luapan air Danau Sentani yakni, Kampung Ayapo, Kampung Yokiwa, Kampung Putali, Kampung Abar, Kampung Kameyakha, Kampunh Simporo dan Kampung Dondai.

"Mereka ini kan ada di jalur lingkar selatan, penduduk di kampung tersebut akan dimukimkan dan direlokasi dalam suatu pemukiman. Mereka yang selama ini sebagian menggantungkan hidup dari hasil danau dan setelah pindah jelas tidak mungkin lagi," ujar Adolof saat ditemui di Kantor Bupati, Gunung Merah Sentani, Jumat (17/5) siang.

"Oleh karena itu, kita buka lahan baru untuk tanaman Kakao. Supaya mereka bisa dapat uang dari hasil berkebun Kakao," tambah Adolf Yoku yang juga Kepala Dinas Tanaman Pangan Dan Hortikultura  (TPH) Kabupaten Jayapura.

Adolof menyebutkan, jumlah kepala keluarga untuk petani Kakao rata-rata per kampung bisa mencapai 50 hingga 100 kepala keluarga.

"Setiap kepala keluarga disiapkan 2 hektar lahan pertanian baru dan kami dari pemerintah daerah telah siapkan 100 hektar sebagai lahan produktif," tegasnya.

Adolf mengungkapkan banyak manfaat yang diperoleh dengan berkebun dengan melakukan budidaya tanaman yang secara otomatis mencipatakan udara sejuk dan mengurangi tingkat polusi udara juga bermanfaat untuk perekonomian yang ketika panen nanti bisa mendapatkan income atau penghasilan.

Sementara warga dari delapan kampung adalah yang terlama terkena dampak bencana, untuk melanjutkan hidup warga terpaksa pindah ke darat dan tinggal di bawah atap tenda darurat di pos penampungan sementara.

Kondisi sekarang yang dialami pengungsi sangat memprihatinkan, karena aktivitas sehari-hari sebagai nelayan ikan harus ditinggalkan.

"Kondisi itu apalagi mereka tidak punya usaha yang pasti, akhirnya mereka tidak menikmati kemajuan pembangunan karena sudah tidak mempunyai usaha lagi. Kalau kita pindahkan mereka ke darat terus rumah sudah layak dan dibantu petugas pendamping dari pertanian atau Dinas Perkebunan kita bisa bantu untuk usaha tanam coklat atau umbi-umbian," tandasnya.

Dibaca 152 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX