Ditjen Logistik KKP, Survey PPI Paomako | Pasific Pos.com

| 21 May, 2019 |

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Mimika, Leentje A Siwabessy Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Mimika, Leentje A Siwabessy

Ditjen Logistik KKP, Survey PPI Paomako

Lintas Daerah Penulis  Senin, 13 Mei 2019 18:45 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Timika, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI melalui Direktorat Jenderal Logistik melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Paomako untuk melihat secara langsung kekurangan-kekurangan yang perlu dibenahi setelah Kabupaten Mimika ditunjuk sebagai Sentra Perikanan Terpadu (SPT) bersama 4 kabupaten lainnya di Provinsi Papua. Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Mimika Leentje A Siwabessy ketika ditemui di ruang kerjanya di kantor Dinas Perikanan, Senin (13/5).

"Karena kita ditunjuk untuk Sentra Perikanan Terpadu untuk 5 kabupaten di Papua termasuk Mimika," kata Leentje.

Ia menjelaskan, ada beberapa sarana dan prasarana pendukung yang akan dibangun oleh pihak kementerian di PPI untuk melengkapi kekurangan-kekurangan yang ada, seperti penimbunan jalan masuk menuju gudang cool stored, perpanjangan dermaga utama, pemhangunan dermaga apung bagi kapal ikan dibawa 5 GT, penerangan dan kekurangan lainnya.

"Ada beberapa sarana dan prasarana yang dibangun di Mimika oleh kementrian untuk melengkapi itu. Yang pertama cool stored dan juga jalan masuk karena kedepan akan ada mobil kontainer yang akan masuk dari pelabuhan PPI ke cool stored. Tahun ini juga tahun ada masukan proposal untuk pembangunan dermaga apung sedikit kita mengurangi kecemburuan antara kapal besar dan kapal kecil," jelasnya.

Ia mengungkapkan, kekurangan yang ada yang nantinya akan dilengkapi oleh pihak kementerian, yang mana permintaan es dalam jumlah banyak perlu dipersiapkan fasilitas pendukung berupa jalan, begitu juga dengan dermaga apung, agar tidak terjadi kecemburuan diantara kapal ikan yang berukuran 5 GT kebawa, serta perpanjangan dermaga utama yang mana saat ini tidak cukup untuk menampung kapal ikan yang berlabuh sehingga memakan waktu seminggu untuk membongkar hasil tangkapan ikan.

"Karena selama ini kapal ikan yang berukuran 5 GT kebawa itu parkir di sungai jadi kita minta supaya dibangun dermaga apung sehingga kapal dibawa 5 GT untuk aktifitas bongkar muat disitu," ungkapnya. (Ricky).

Dibaca 23 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.