Tak Ada Wakil Perempuan Arfak di lembaga DPRD Manokwari | Pasific Pos.com

| 23 November, 2019 |

Tak Ada Wakil Perempuan Arfak di lembaga DPRD Manokwari

Papua Barat Penulis  Senin, 13 Mei 2019 09:53 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Mandacan : Keluarga Besar Arfak Tidak Kompak



Manokwari, TP – Kepala Suku Besar Arfak, Dominggus Mandacan memberikan apresiasi kepada Perempuan Arfak, karena telah memiliki perwakilan di lembaga legislatif Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel) dan Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf) periode 2019-2024.

Apresiasi itu, Mandacan sampaikan usai melantik Badan Pengurus Ikatan Perempuan Arfak (IPA) Kabupaten Mansel di halaman kantor Bupati Mansel di Ransiki, Sabtu (11/5).

Pada kesempatan itu, dirinya mengatakan, dari 20 kursi anggota legislatif DPRD Mansel, perempuan Arfak memperoleh 3 kursi perwakilan di lembaga legislatif. Kemudian, di Pegaf ada 2 kursi yang diperoleh perempuan Arfak, sementara di Kabupaten Manokwari tidak ada keterwakilan perempuan Arfak

“Sudah ada penetapan di tingkat kabupaten dan kota, maka tinggal dilantik saja. Saya mau kestahu kenapa tidak ada perwakilan perempuan Arfak di kursi legislatif, baik tingkat provinsi maupun kabupaten. Karena, kita lupa diri, lupa harkat, martabat sebagai perempuan Arfak atau lupa diri dalam ikatan keluarga besar Arfak,” kata Mandacan.

Mantan Bupati Manokwari 2 periode ini menegaskan, harkat, martabat dan harga diri tidak dapat diukur dengan supermi, beras, dan tidak diukur dengan serangan fajar yang membawa uang Rp. 100 ribu, Rp. 200 ribu terima uang terus pikiran berubah.

Sebenarnya, Mandacan melanjutkan, jika dihitung keluarga besar Arfak yang berhak menggunakan hak pilihnya berjumlah 75.000 pemilih, baik yang ada di Teluk Bintuni, Manokwari, Mansel maupun di Pegaf.

“Dengan tidak adanya perwakilan perempuan Arfak di kursi legislative di Manokwari menunjukan bahwa kita tidak kompak. Ini pegalaman untuk kita semua, saya sendiri karena tugas banyak, maka saya tidak sempat turun ke kampung, distrik dan kabupaten untuk bicara.

Tetapi saya pikir dalam berbagai kesempatan saya sudah himbau. Jadi, ingat sekali lagi, harga diri kita tidak bisa diukur dengan serangan fajar, supermi, dan beras. Kalau perempuan Arfak kompak, maka kalian punya wakil juga ada duduk di kursi legislatif, tetapi harus didukung oleh laki-laki bukan perempuan saja,” pungkasnya.[FSM-R3]

Dibaca 244 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.