PPSDM Kesehatan Kemenkes RI Adakan Pertemuan Dengan Poltekkes Jayapura | Pasific Pos.com

| 10 December, 2019 |

PPSDM Kesehatan Kemenkes RI Adakan Pertemuan Dengan Poltekkes Jayapura

Pendidikan & Kesehatan Penulis  Minggu, 12 Mei 2019 18:20 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

   Jayapura,- Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (PPSDM) Kemenkes RI, drg. Usman Sumantri, M.Sc mengujungi Kampus Poltekkes Kemenkes Jayapura dan diterima langsung oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Jayapura, Dr. Hermanus Arwam, SE.,M.Kes. Dr.Min dkk, dan selanjutnya Kepala Pusdik didampingi Direktur Poltekkes Kemenkes Jayapura memberikan pengarahan kepada dosen dan tenaga kependidikan di lt3 Kantor Rektorat Poltekkes Kemenkes Jayapura, pekan kemarin.

   Ka. Badan PPSDM Kesehatan usai memberikan pengarahan kepada wartawan mengatakan, Poltekkes Jayapura diharapkan kedepan itu nanti bisa menjadi sentral pendidikan tenaga kesehatan di Papua sehingga dapat memberikan kontribusi penuh kepada pemerintah daerah. Oleh karena itu, kualitas lulusan harus benar-benar profesional dan kompoten,"ujarnya. Sementara itu, Direktur Poltekkes Kemenkes Jayapura usai melakukan pertemuan mengatakan, Kepala Badan PPSDM Kesehatan ke Papua mewakili Menteri Kesehatan RI untuk memberikan pengarahan pada pelaksanaan Rakerkesda Provinsi Papua, tahun 2019.

   Pengarahan beliau pada Rakerkesda sesuai dengan tema yang diusung yakni, Kolaborasi Dengan Dinas Kesehatan di Kabupaten/Kota Se-Provinsi Papua Termasuk Institusi Pendidikan Tenaga Kesehatan. Kami bersyukur karena ini baru pertama kali  kami bisa diundang dan juga Bapak Kepala Badan bisa datang untuk mempersentasikan materi tentang berapa banyak kebutuhan tenaga kesehatan yang di butuhkan di seluruh Papua, baik Papua maupun Papua Barat untuk ditempatkan di Pustu, Puskesmas maupun Dinas Kesehatan,?ujar Direktur Poltekkes Kemenkes Jayapura.

   Kata Dr. Hermanus Arwam, dari Rakerkesda ini diharapkan nanti kita di Poltekkes sebagai pencetak tenaga kesehatan dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota sebagai pihak pengguna, kita harus mencetak tenaga-tenaga yang memang dibutuhkan di daerah, jangan sampai kita mencetak tenaga-tenaga yang berkelebihan sehingga akhirnya terjadi pengangguran intelektual. Sebagai contoh misalnya tenaga bidan maupun  perawat sesungguhnya secara kuantitas sudah mengenai kebutuhan.

   Tetapi tenaga-tenaga bidang lain seperti gizi dan kesling masih kurang sehingga ini menjadi sorotan. Oleh sebab itu, untuk kedepan kita akan lebih menitikberatkan pada jurusan-jurusan yang alumnya masih kurang seperti gizi dan kesling sehingga perlu kita kembangkan di beberapa kabupaten yang belum ada Prodi gizi, kesling maupun lainnya. Untuk itu, kedepannya kita harus kembangkan prodi-prodi di beberapa kabupaten/kota di seluruh 6 wilayah adat,"terangnya. (Hendry Holago)

Dibaca 316 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX