Ketua KPU Mimika Akan Beri Hadiah Bagi Warga Yang Laporkan Indikasi Suap | Pasific Pos.com

| 23 July, 2019 |

Ketua KPU Kabupaten Mimika, Indra Ebang Ola Ketua KPU Kabupaten Mimika, Indra Ebang Ola

Ketua KPU Mimika Akan Beri Hadiah Bagi Warga Yang Laporkan Indikasi Suap

Lintas Daerah Penulis  Kamis, 09 Mei 2019 21:06 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Timika, Ketua KPU Kabupaten Mimika Indra Ebang Ola menegaskan, akan memberikan hadiah kepada masyarakat yang melaporkan indikasi penyuapan komisioner KPU maupun staf dengan iming-iming lolos menjadi Anggota DPRD Mimika.

Sebab. Kata dia, momentum rekapitulasi saat ini, banyak Komisioner KPU Kabupaten Mimika baik perseorangan maupun kelembagaan bisa saja dicatut oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dengan sasaran caleg dengan tujuan untuk meraup keuntungan.

"Kita memasuki area catut mencatut, kita tidak tahu diluar sana banyak orang mencatut nama-nama untuk meraup keuntungan dari momentum ini dengan menggunakan caleg sebagai sasaran," kata Indra ketika ditemui di gedung Eme Neme Yaware, Selasa (7/5).

Oleh sebab itu, dirinya mengimbau untuk semua caleg dan parpol peserta pemilu agar tidak tergiur dengan iming-iming tersebut. Ia juga berpesan kepada seluruh lapisan masyarakat agar bersama-sama membantu pihak KPU apabila menemukan adanya indikasi tersebut.

"Saya mengimbau kepada masyarakat jika ada caleg yang tidak terakomodir, kalau, ada yang menemukan indikasi suap bisa laporkan kepada kita. Artinya KPU tidak pernah baik perseorangan maupun secara kelembagaan," ungkapnya.

Ia menegaskan akan membayar mahal bagi siapa saja yang menemukan indikasi penyuapan bagi oknum komisioner atau staf KPU yang melakukan hal tersebut. Apabila ditemukan, dirinya berpesan agar segera dilaporkan kepada dirinya dan juga pihak Kepolisian untuk diproses hukum disertai barang bukti (BB).

Sebab. Kata dia, adanya indikasi suap akan berdampak hukum bagi pemberi dan penerima. Kendati demikian hal tersebut jarang mencuat lantaran sama-sama diuntungkan, namun apabila ada yang merasa di rugikan bisa saja kasus tersebut mencuat.

"Masyarakat menemukan ada pihak-pihak tertentu menggunakan nama Komisoner atau apakah Komisoner sendiri atau lainnya dan ketika BB kami akan berikan hadiah, yang menjadi masalah ini yang memberi dan yang menerima, suap menyuap ini yang pasti tidak ada yang mau mengaku, tapi kalau kecewa pasti minta kembali," tegasnya. (Ricky).

Dibaca 71 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX