Disperindag Papua Barat Bangun Gudang Holtikultura di Pegaf | Pasific Pos.com

| 19 August, 2019 |

Disperindag Papua Barat Bangun Gudang Holtikultura di Pegaf

Papua Barat Penulis  Senin, 06 Mei 2019 08:33 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Potensi pertanian di Kabupaten Pengunungan Arfak (Pegaf) sangatlah luar biasa. Namun, sayangnya, potensi pertanian tersebut belum dapat dikelola secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan swasembada di wilayah Papua Barat.

Melihat potensi pertanian tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Provinsi Papua Barat membangun gudang holtikultura, di kampung Indabri, Distrik Manyambouw, Kabupaten Pegaf tahun 2018 lalu, dengan luas bangunan 200 meter persegi, yang dilengkap mesin pendingin atau sealer berukurang 6x4, tinggi 2 meter dengan daya tampung 3.000 ton sayur.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Provinsi Papua Barat, George Yarangga melalui Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Melkias Warinussa menjelaskan, suplay sayur dari Pegaf dilakukan secara perorangan.

“Nah, kalau suplay sayurnya secara perorangan, maka biasa transportasinya mahal, dan belum tentu sayur tersebut dijual laku semua. Belum lagi perhitungan faktor cuaca. Sebenarnya, kalau kita muat banyak atau muat sediri sebenarnya satuannya sama. Itulah yang membuat kami berpikir untuk membantu masyarakat, mungkin perlu dibuat semacam koperasi usaha bagi petani, mungkin mereka kumpul hasilnya di gudng holtikultura dulu,” terang Warinussa kepada Tabura Pos di ruang kerjanya pekan lalu.

Ia menjelaskan, sistem pemasarannya, mungkin bisa di drop langsung ke pasar atau mungkin para pendana bisa datang membeli sayur-mayur tersebut di gudang holtikultura. Sehingga, petani tidak mengeluarkan ongkos atau biaya lagi untuk distribusi.

Dikatakan Warinussa, gudang holtikulturan tersebut sudah diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pengunungan Arfak (Pegaf) yang diserahkan langsung Gubernur Papua Barat kepada Bupati Pegaf, pekan lalu.

“Kebetulan acara surat terima gudang holtikultura ini bersamaan dengan acara Hari Kesatuan Gerak (HKG) Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Papua Barat di Kabupaten Pegaf. Sehingga serah terima gudang holtikultura ini langsung dilakukan dengan harapan gudang holtikulturan ini dapat dioperasionalkan sebagai mana mestinya oleh pemkab Pegaf,” terangnya.

Warinussa mengungkapkan, yang menjadi kendala memang gudang holtikulturan sudah dilengkapi dengan instalasi, namun mesin pembangkit listriknya belum ada.

Tetapi, lanjut dia, setelah melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian Pegaf, Dinas Pertanian Pegaf telah bersedia untuk menyediakan genset sebagai pembangkit listrik untuk menghidupkan mesin penting yang ada dalam gudang holtikulturan tersebut.

“Gudang holtikultura ini baru pertama kali diterapkan di Provinsi Papua Barat, tetapi ada juga beberapa titik di Kabupaten dan Kota se Provinsi Papua Barat yang perlu dibangun gudang holtikultura ini. Seperti di Manokwari, sehingga tidak terputus, begitu sayurnya diangkut dari gudang holtikulturan di Pegaf dan jika tidak laku dipasar, maka akan disimpan lagi di gudang holtikultura yang rencananya akan dibagun di Manokwari. Inilah yang harus kita berpikir bersama-sama, kalau hanya kami di Dinas Perindag saya yang berpikir, maka masih ada keterbatasan, tetapi kalau ada kerja sama antara lintas sektor, maka kita bisa membantu hasil petani gunung dengan baik,” terang Warinussa.

Diungkapkannya, kalau saja ada penampungan atau gudang holtikultura di Manokwari, maka di Papua Barat tidak harus menunggu hasil perkebunan dari luar Papua Barat tetapi cukup dari Pegaf karena hasil pertanian di Pegaf sangat luar biasa.

Disinggung terkait sistem pengelolaan dari gudang holtikultura, Warinussa menjelaskan, bila sudah ada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), maka dapat dikelola oleh BUMD. Tetapi, kalau memang tidak ada BUMD, minimal yang mengelola gudang holtikultura ini Dinas Perindag atau Koperasi.

“Karena kalau kita bicara gudang, maka lebih cenderung bicara manajemennya. Manajemennya lebih pasnya ada di perindag atau koperasi. Nah, kebetulan di Pegaf belum ada dinas Perindagkop sehingga penempatannya kita bagun gedung ini di kampung Indabri yang berdekatan dengan Balai Penelitian Pertanian sehingga dalam pengelolaanya dekat,” terang Warinussa.

Disinggung seberapa besar kepercayaan dari Dinas Perindag Pemprov dan Dinas Pertanian Pegaf bahwa gudang holtikultura itu akan berhasil, kata Warinussa, sebenarnya pihaknya mengharapkan banyak hal. Tetapi, kalau melihat kondisi yang ada, memang harus ada dorongan atau intervensi langsung dari Bupati Pegaf, karena sektor pertanian adalah potensi yang luar biasa di pegaf.

“Seberapa besar suksesnya pengangkatan potensi pertanian di Pegaf, saya pikir akan sulit karena merekalah yang tahu, tapi inilah potensi besar yang dipunyai Pegaf. Di daerah itu ada kol, kentang, wortel, biji kopi, dan lainnya, nah sekarang kalau mereka sudah tanam dan hasilnya mau dijual kemana dan distribusinya seperti apa. Disinilah dibutuhkan peran atau intervensi langsung dari Bupati Pegaf,” tandas Warinussa. [FSM-R4]

Dibaca 80 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.