Persiapkan Sota Border Festival Based On Local Community | Pasific Pos.com

| 23 July, 2019 |

Dekan Fisip UPN Veteran Yogyakarta, Dr. Machya Astuti Dewi, M.Si dan Jajaran Fisip Berfoto Bersama Peserta FGD (foto:iis) Dekan Fisip UPN Veteran Yogyakarta, Dr. Machya Astuti Dewi, M.Si dan Jajaran Fisip Berfoto Bersama Peserta FGD (foto:iis)

Persiapkan Sota Border Festival Based On Local Community

Papua Selatan Penulis  Rabu, 01 Mei 2019 19:12 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

‘Fisip Gelar Focus Group Discussion’



MERAUKE,ARAFURA,-Terkait dengan rencana diadakannya Sota Border Festival Based On Local Community dalam waktu dekat maka Fisip Unmus menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD)  dengan menghadirkan peserta dari mahasiswa dan unsur pemda dipusatkan di Gedung PKM, Senin (29/4) lalu. Nampak hadir dalam kegiatan tersebut, Asisten 1 Setda Kabupaten Merauke, Drs,Agustinus Joko Guritno, M.Si mewakili jajaran Pemda Merauke. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari MoU yang telah terjalin antara Fisip UPN Veteran Yogyakarta dengan Fisip Unmus Merauke.

Kepada ARAFURA News usai kegiatan,  Dekan Fisip UPN Veteran Yogyakarta, Dr. Machya Astuti Dewi, M.Si mengemukakan bahwa MoU ditandangani pada tahun 2016 lalu yang dilakukan langsung oleh rektor dari kedua universitas dan ditindak lanjuti oleh pihaknya selaku  Dekan Fisip UPN dan Dr.Fitriani selaku Dekan Fisip Unmus dimana FGD dalam rangka Sota Border Festival Based On Local Community adalah salah satu fokus dari MoU tersebut. “Ide untuk melaksanakan festival perbatasan di Sota muncul setelah kami melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat selama 2 tahun di kawasan perbatasan Sota dimana tahun pertama kami melihat banyak potensi yang dapat dikembangkan terutama potensi alam namun nampaknya belum dilakukan dengan optimal.

Antara lain aset sumber daya alam yang masih perlu dikembangkan karena banyak kayu dan ranting-ranting di kebun dan di halaman rumah warga yang sebenarnya memiliki nilai ekonomis cukup tinggi,”terangnya. Selain itu warga lokal masih banyak yang berjualan hasil kebun dalam kondisi mentah sehingga menyebabkan kesulitan tersendiri bagi wisatawan jika ingin membawa oleh-oleh. Sebab akan lebih repot namun beda halnya jika sudah diolah menjadi produk yang sudah siap konsumsi tentu akan lebih mudah.

Dibaca 53 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.