Yonif PR 328/DGH Terima Satu Pucuk Senpi Dari Masyarakat | Pasific Pos.com

| 23 September, 2019 |

Yonif PR 328/DGH Terima Satu Pucuk Senpi Dari Masyarakat

Lintas Daerah Penulis  Senin, 29 April 2019 10:35 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura, Dalam melaksanakan tugasnya sebagai Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan, Satgas Yonif 328/DGH selalu berpegang teguh kepada tugas pokok TNI untuk melindungi dan mengayomi masyarakat tanpa pamrih melalui pembinaan binter yang dilaksanakan terus menerus di wilayah penugasan. Dengan ketulusan dalam bertugas serta banyak membantu kesulitan masayarakat, membuat seorang Warga bersimpati dan dengan sukarela menyerahkan sebuah senjata api rakitan dan 4 butir munisi kaliber 5,56 mm miliknya yang sudah lama disimpan, Jum’at (26/04)

Dijelaskan oleh Dansatgas Yonif PR 328/DGH Mayor Inf Erwin Iswari, S.Sos., M. Tr (Han) bahwa pada saat Pos Skamto melaksanakan sweeping malam sekitar pukul 21.30 Wit, Warga a.n. NW (28 Th) yang mengendarai sepeda motor dari arah Jayapura menuju rumahnya di Keerom, berhenti sejenak beristirahat dan meminta air minum kepada Personel Satgas, “Namun melihat kondisi NW ini seperti kurang sehat, Danpos Lettu Inf Ferly memerintahkan tim kesehatan Pos untuk memeriksa NW dan memberinya vitamin dan obat-obatan, tambah Erwin. “Saat keluarga NW terkena musibah banjir bandang di wilayah Sentani, Personel Satgas juga mengunjungi rumah NW yang berada di Keerom dan memberikan bantuan untuk meringankan beban dari keluarga NW dengan memberikan bahan makanan, baju-baju layak pakai serta beberapa ikan lele yang merupakan hasil ternak Pos Skamto,” ujar Erwin.

Karena yang bersangkutan bersimpati kepada Personel Pos Skamto, NW pun mengunjungi Pos Skamto dengan membawakan daging rusa yang merupakan hasil buruan NW di wilayah Waris dan mengatakan bahwa dirinya memang memiliki senjata api rakitan warisan dari orang tuanya yang sudah meninggal.

“Sontak setelah mendengar perkataan NW, Personel Satgas pun memberikan penjelasan mengenai adanya larangan dan sanksi apabila menyimpan senjata api illegal,” terang Dansatgas.

“Setelah mendengar penjelasan dari Personel Satgas, NW pun menyerahkan satu pucuk senjata api rakitan dan 4 butir munisi kaliber 5,56 mm yang dimilikinya secara sukarela,” ujar Erwin.

Dibaca 95 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.