Musim Haji 2019, 11 Orang Gagal Berangkat | Pasific Pos.com

| 5 December, 2019 |

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Merauke, Gabriel Rettobyaan, S.Ag (foto:iis) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Merauke, Gabriel Rettobyaan, S.Ag (foto:iis)

Musim Haji 2019, 11 Orang Gagal Berangkat

Papua Selatan Penulis  Minggu, 28 April 2019 18:55 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Merauke, Gabriel Rettobyaan, S.Ag mengemukakan bahwa jemaah calon haji yang sudah terdaftar pada musim haji tahun 2019 dari Merauke sebanyak 123 orang. Namun dari jumlah ini, untuk pelunasan tahap 1 baru 112 orang dan 11 orang tidak melunasi. Adapun alasan belum melunasi antara lain karena sakit yang dalam hal ini ada 2 orang, 2 orang tengah hamil, di bawah umur 1 orang, alamat calon jemaah yang tidak berhasil ditemukan selama 2  tahun  berturut-turut ada 2 orang, 1 orang melahirkan dan batal tunda 3 orang.

Dengan batalnya 11 orang tersebut maka tersisa 112 orang saja yang sudah pasti akan berangkat ke tanah suci. “Jadi 11 orang ini dipastikan batal berangkat karena berbagai alasan, terlebih untuk yang alamatnya tidak jelas padahal kami sudah berupaya mencari hingga tahun kedua namun masih tidak ditemukan juga,”terang Gabriel  kepada ARAFURA News di ruang kerjanya belum lama ini. Terkait dengan jumlah jemaah, pada dasarnya tergantung dengan nomor porsi yang ada untuk berangkat pada musim haji tahun tersebut. Oleh sebab itu sesuai dengan nomor porsi tersebut maka yang sudah dipastikan lolos berangkat pada musim haji tahun ini sebenarnya ada 123 orang namun harus melihat kembali tahap pelunasan yang sudah diselesaikan.

Pasalnya tahapan pelunasan ini juga memberikan ruang dan kepastian untuk benar-benar bisa mengikuti musim haji pada tahun ini atau tidak. Sedangkan terkait biaya menurutnya tidak ada kenaikan yang signifikan. Ia menghimbau kepada seluruh jemaah haji untuk dapat mempersiapkan diri dengan baik karena waktu manasik haji secara resmi yang sudah dijadwalkan oleh Kementerian Agama sangat terbatas sehingga sejak jauh-jauh hari, paling tidak calon jemaah sudah melaksanakan manasik secara mandiri. “Lebih banyak melakukan manasik tingkat mandiri justru akan lebih bagus sehingga dapat mengetahui situasi awal hingga waktu pelaksanaan dan saat kembali ke tanah air,”pungkasnya.

Dibaca 186 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Trending Topik