Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Puasa, Pemkot Jayapura Akan Lakukan Sidak | Pasific Pos.com

| 20 September, 2019 |

Pedagang di Pasar Hamadi sedang melayani pembeli Pedagang di Pasar Hamadi sedang melayani pembeli

Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Puasa, Pemkot Jayapura Akan Lakukan Sidak

Ekonomi & Bisnis Penulis  Rabu, 24 April 2019 20:54 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA - Guna mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok jelang puasa ramadhan 2019, Pemerintah Kota Jayapura akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisional maupun modern.

"Minggu depan kami lakukan sidak bersama dengan Bapak Wali Kota Jayapura (Benhur Tomi Mano. Sidak ini dilakukan untuk memastikan stok bahan pangan aman dan harga stabil," kata Kadisperindagkop dan UKM Kota Jayapura, Robert L.N. Awi di Kantor Wali Kota Jayapura, Rabu (24/4/19).

Dikatakan Robert, komoditas bawang merah dan bawang putih sudah naik sejak dua pekan terakhir. Kenaikan bawang putih dan berang merah Rp5 ribu setiap satu kilogram.

"Itu kami anggap masih batas toleransi. Kenaikan harga 5-7 persen itu kami toleransi, yang tidak boleh itu kalau kenaikannya dua kali lipat," jelas Robert.

Untuk itu, Robert menghimbau kepada para pedagang dan distributor agar bersama-sama menjaga kestabilan harga karena merugikan konsumen di Kota Jayapura bila ada kenaikan harga pada bahan pokok.

"Kalau ada yang ketahuan pedagang yang menaikkan harga, saya berharap para distributor tidak lagi memberikan barangnya kepada pedagang yang menaikkan harga seenaknya karena salah satu melonjaknya harga adalah ulah oknum pedagang yang ingin menarik keuntungan sebanyak-banyaknya," jelas Robert.

Adanya sidak ini, dikatakan Robert, ingin memastikan masyarakat nyaman dalam berbelanja baik di pasar modern maupun di pasar tradisional.

"Kota Jayapura harus bebas dari pedagang nakal yang ingin memperkaya diri dengan menaikkan harga pada saat momen tertentu seperti saat bulan puasa dan lebaran," ujar Robert.

Dibaca 147 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX