Dinas Kesehatan Manokwari Temukan Satu Kasus Gizi Buruk di Distrik Warmare | Pasific Pos.com

| 21 November, 2019 |

Dinas Kesehatan Manokwari Temukan Satu Kasus Gizi Buruk di Distrik Warmare

Papua Barat Penulis  Selasa, 23 April 2019 22:47 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari selama 4 bulan ini, menemukan satu kasus gizi buruk di Distrik Warmare. Selain disebabkan oleh masalah ekonomi, balita gizi buruk tersebut juga memiliki penyakit penyerta.

“Bahwa yang bersangkutan kena TB (Tuberkulosis) dan harus berobat secara rutin dan tidak boleh putus. Jadi harus kita tuntaskan dulu penyakitnya, sembuh, gizinya tetap harus dilanjutkan supaya kondisi tubuhnya bisa lebih baik,” ujar Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, Suharso kepada wartawan di ruang kerjanya, baru-baru ini.

Dia berharap, petugas kesehatan cepat menindaklanjuti masalah gizi buruk itu dengan mengobati penyakitnya dan memberikan makanan tambahan selama kurang lebih tiga bulan.

Pemberian makanan tambahan yang memang untuk bayi atau balita status gizi buruk harus dipastikan bahwa itu tepat sasaran. Karena, sebut dia jangan sampai tiga bulan berturut-turut di drop makanan tambahan, namun ternyata tidak ada peningkatan berat badannya.

Jika selama tiga bulan dilakukan pemberian tambahan makanan namun tidak ada perkembangan, lanjutnya, perlu dilakukan evaluasi untuk melihat apakah pemberian itu tepat sasaran atau tidak.

“Artinya, tepat sasaran memang sasaran di rumah itu, tapi apakah tepat sasaran dalam artian bahwa yang makan itu anak gizi buruk, bukan dimakan oleh kakaknya atau adiknya, atau siapa. Artinya, itu memang dikhususkan untuk yang bermasalah gizi buruk,” tegasnya.

Disinggung mengenai penderita gizi buruk di Distrik Manokwari Utara, dia mengatakan, pada tahun 2019 ini pihaknya belum  memperoeh informasi.

Dia menambahkan, masalah gizi masyarakat menjadi tanggung jawab dan kerja bersama. “Sebab, bagaimana dia makan makanan bergizi kalau ekonominya kurang bagus. Ini jadi tanggung jawab siapa, ada teman-teman dinas sosial. Masyarakat yang menjadi sasaran kita bantu sesuai dengan Program Keluarga Harapan (PKH). Itu meningkatkan taraf ekonomi masyarakat, membantu masyarakat memperbaiki asupan gizinya,” ujarnya.

Selain itu, kata dia penanganan masalah gizi masyarakat juga bisa dilakukan oleh LSM atau lintas sektor, atau ibu-ibu PKK dengan mengajak masyarakat untuk membiasakan memanfaatkan halaman rumah. Dengan demikian, halaman bisa ditanami untuk memperoleh pendapatan tambahan atau minimal untuk dikonsumsi sendiri.

“Dinas pertanian dan tanaman pangan, juga berperan. Jadi perlu kerja bersama, bahwa masalah kesehatan menjadi masalah kompleks dan menjadi tanggung bersama, baik OPD-OPD teknis terkait, masyarakat, kepala kampung. Kalau lihat ibu hamil, bayi, atau balita yang kurang gizi, tetangga di sebelah kanan atau kirinya juga jangan berdiam diri, karena tidak semua lokasi ada petugas kesehatan. Minimal mengajak yang bersangkutan untuk memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan,” tukas Suharso. (BNB-R3)

Dibaca 179 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.