Bupati Jayapura Pantau Pelaksanaan UN SD dan SMP | Pasific Pos.com

| 23 September, 2019 |

Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, SE., M.Si., didampingi Ketua TP-PKK, Ny. Magdalena Luturmas Awoitauw, S.Pd, Kepala Dinas Pendidikan Alpius Toam, ST., M.MT.,Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura Herald Berhitu, S.Pd., MM saat melakukan foto bersama dengan para pengawas Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, SE., M.Si., didampingi Ketua TP-PKK, Ny. Magdalena Luturmas Awoitauw, S.Pd, Kepala Dinas Pendidikan Alpius Toam, ST., M.MT.,Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura Herald Berhitu, S.Pd., MM saat melakukan foto bersama dengan para pengawas Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Bupati Jayapura Pantau Pelaksanaan UN SD dan SMP

Pendidikan & Kesehatan Penulis  Selasa, 23 April 2019 21:53 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

SENTANI - Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, SE., M.Si., didampingi Kepala Dinas Pendidikan Alpius Toam, ST., M.MT., memantau pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) / Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) SMP/MTs, sekaligus memantau pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) SD/MI yang digelar pada waktu bersamaan, pada Selasa (23/4) pagi.

Pemantauan pelaksanaan UNBK/UNKP dan USBN hari pertama oleh Bupati Jayapura yang kemudian diikuti Ketua TP-PKK Kabupaten Jayapura Ny. Magdalena Luturmas Awoitauw, S.Pd, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura Herald Berhitu, S.Pd., MM., dan para Kepala Bidang (Kabid) pada Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura itu dijadwalkan di empat sekolah, yaitu di SMP dan SD Advent Doyo Baru serta SMP Negeri 7 dan SD Inpres Melam Hilli yang berada di Jalan Sosial.

Satu persatu ruangan pelaksanaan ujian ditinjau Bupati Jayapura kendati hanya dari luar. Bupati Mathius berharap pelaksanaan ujian nasional dapat berjalan lancar dan semoga para siswa dapat lulus 100 persen.

“Kalau saya lihat ujian nasional luar biasa dan semua jalan lancar. Pertama, kita tadi (kemarin pagi) ke kawasan persekolahan Advent di Doyo, yang terkena banjir yang luar biasa kemarin di sekolahnya. Nah, tadi (kemarin) pagi-pagi kita kunjungan kesana di SMP dan SD,” beber Mathius Awoitauw di sela-sela kegiatan UN di salah satu SD, Selasa (23/4) pagi.
Meskipun dalam suasana bencana yang luar biasa serta penanganan-penanganan darurat yang sementara ini masih berlangsung. Lanjut Mathius tetapi ujian nasional tetap berlangsung dengan baik untuk tingkat SMP dengan sistem IT (berbasis komputer) juga sudah siap.

“Kemudian untuk tingkat SD juga sudah berlangsung dan pada umumnya di Kabupaten Jayapura semua berlangsung dengan baik sesuai dengan rencana. Kami berharap mereka bisa mendapatkan nilai yang terbaik,” harap Mathius.

Sementara itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Jayapura menyatakan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMP dan SD berlangsung lancar di hari pertama.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Jayapura, Alpius Toam hal itu Setelah seluruh pelaksanaan di hari pertama terselenggara. Baik itu di tingkat SMP dan SD.

“Untuk tingkat SMP semuanya juga lancar, baik pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) dan juga ujian nasional kertas pensil (UNKP). Sedangkan untuk tingkat SD juga lancar, yang mana pelaksanaan ujian sekolah berstandar nasional (USBN) di hari pertama ini pada tanggal 23 April 2019. Memang secara nasional pelaksanaan ujian nasional itu di mulai pada hari Senin (22/4). Tetapi, khusus untuk kita di Papua dan mungkin juga di NTT itu pelaksanaannya baru dimulai pada hari Selasa (23/4) ini, karena ada perayaan Paskah,” katanya.

Di Kabupaten Jayapura ada dua model pelaksanaan UN SMP, yakni UNBK dan juga UNKP. Pelaksanaan ujian nasional baik UNBK atau UNKP di hari pertama tersebut, kata Alpius Toam, kepala daerah dalam hal ini bapak Bupati Jayapura langsung memantau pelaksanaan ujian nasional, terutama sekolah yang berada di daerah terdampak bencana banjir bandang dan longsor.

“Tadi (kemarin) pagi langsung menuju ke SMP dan SD Advent Doyo Baru, terus sudah melihat langsung pelaksanaannya berjalan lancar. Kemudian anak-anak juga semua ikut (masuk) ujian nasional,” ujarnya.

Khusus untuk pelaksanaan ujian nasional di SMP Advent Doyo Baru, Alpius Toam mengatakan, ada beberapa siswa yang memang tinggal di tempat yang jauh itu semua ditampung di asrama, sehingga selama empat hari pelaksanaan ujian nasional itu mereka berada di asrama.

“Kemudian untuk SD Advent Doyo Baru itu sebagai tempat penyelenggaraan ujian sekolah berstandar nasional (USBN) bagi lima SD yang ada disekitar Doyo Baru. Sementara dari pantauan langsung untuk pelaksanaan ujian nasional tingkat SD itu juga berlangsung dengan lancar dan semua anak-anak ikut ujian nasional,” bebernya.

“Yang kita khawatirkan memang di daerah bencana itu jangan sampai ada anak-anak yang terkendala tidak masuk ikut ujian nasional. Namun setelah di cek, semua anak-anak bisa masuk ikut ujian nasional. Kemudian dari TP-PKK Kabupaten Jayapura di hari pertama pelaksanaan ujian nasional ini, juga melaksanakan program pemberian makanan tambahan untuk anak sekolah (PMT-AS) yang sudah dilakukan di beberapa sekolah seperti di Doyo Baru dan di SD Melam Hilli Jalan Sosial,” sambungnya.

Kemudian dari kawasan persekolahan Advent di Doyo Baru, pemantauan dilanjutkan ke SD dan SMP di Sosial, yakni SD Inpres Melam Hilli dan SMP Negeri 7.

“Disana juga bapa Bupati pantau pelaksanaan ujian nasional, dan kita juga sudah mendapatkan laporan bahwa anak-anak semua masuk ikut ujian nasional. Jadi, pelaksanaan ujian nasional secara umum itu berlangsung lancar. Karena di daerah sekitar yang kita khawatirkan terdampak bencana itu justru semua sudah siap masuk ikut ujian. Nah, dari situ kita sudah bisa mendapatkan gambaran bahwa di daerah yang tidak terdampak bencana pasti pelaksanaan ujian semuanya akan lancar,” imbuhnya.

Sekolah yang menggelar USBN ada 133 SD dan 47 SMP. Sementara jumlah peserta USBN tingkat SD itu sekitar 3.153 dan untuk jumlah peserta UN tingkat SMP itu sekitar 2.969 siswa.

“Tahun ini jadwal UN SD dan SMP bersamaan, mulai Selasa tanggal 23 April 2019 karena khusus di Papua di mulai pada hari ini (kemarin) karena ada perayaan Paskah. Untuk SD selama tiga hari, sedangkan SMP selama empat hari. Untuk peserta UN tingkat SD total pesertanya 3.153 dan untuk peserta UN tingkat SMP total pesertanya 2.969,” pungkas Toam.

Dibaca 219 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX