Tempat Hiburan Malam Diminta Tutup 9 Hari | Pasific Pos.com

| 24 October, 2019 |

Koordinator Tempat Hiburan Malam, Basri (foto:iis) Koordinator Tempat Hiburan Malam, Basri (foto:iis)

Tempat Hiburan Malam Diminta Tutup 9 Hari

Papua Selatan Penulis  Minggu, 14 April 2019 21:34 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Basri:”Kami Merasa Keberatan”



MERAUKE,ARAFURA,-Seperti yang diketahui bahwa para pengelola tempat hiburan malam terhitung per 11 April 2019 dihimbau untuk tidak beroperasi jelang pemilu tahun ini. Awalnya surat edaran yang disampaikan berisi maklumat untuk tidak operasional per tanggal 15 April namun kemudian berubah dengan adanya edaran baru yang dikeluarkan dimana waktunya dimajukan mulai 11 April 2019. Terkait dengan hal tersebut, Koordinator Tempat Hiburan Malam, Basri merasa keberatan karena karyawan yang bekerja pasti akan menganggur cukup lama hingga 9 hari.

Beda halnya jika edaran awal yang meminta untuk tidak beroperasi mulai 15 April dan berakhir 19 April maka pihaknya sepakat. “Namun kalau dimulai 11 April jelas kita keberatan karena sebenarnya yang difokuskan di sini adalah pencegahan konsumsi minumannya. Padahal sebenarnya yang dijual di tempat hiburan malam hanya 0,5% alcohol jadi sangat jauh jika dibandingkan dengan yang ada di luar karena mungkin bisa mencapai 40%,”terangnya kepada wartawan di Coreinn Hotel Kamis lalu.

Lebih lanjut ia menjelaskan, himbauan serupa memang pernah diberlakukan pada pelaksanaan pilkada lalu namun waktunya tidak selama seperti sekarang. Pada dasarnya pihaknya mematuhi apa yang menjadi kebijakan pemerintah apalagi pemilu yang berlangsung sekarang adalah pemilu serentak. Namun jika waktu tutup operasional hingga 9 hari, jelas pihaknya merasa akan menelan kerugian.

Akan lebih baik jika sebelum edaran dibuat pihaknya dapat dipanggil untuk berkoordinasi sehingga dapat ditemukan jalan terbaik. Ia menjelaskan, saat ini kurang lebih ada 150 karyawan yang bekerja di tempat hiburan malam Kota Merauke. “Kita juga harus memikirkan perut orang yang tinggal di dalam apalagi jika ada keluarga mereka yang butuh dana, kan kita tidak tahu,”pungkasnya.

Dibaca 118 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.