Yorrys: ”Buruh Harus Jadi Subjek Pembangunan” | Pasific Pos.com

| 26 May, 2019 |

Ketua Umum DPP Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Yorrys Raweyai (foto:iis) Ketua Umum DPP Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Yorrys Raweyai (foto:iis)

Yorrys: ”Buruh Harus Jadi Subjek Pembangunan”

Papua Selatan Penulis  Kamis, 11 April 2019 20:45 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Ketua Umum DPP Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KPSPI),  Yorrys Raweyai mengemukakan bahwa perlu dilakukan upaya-upaya agar buruh tidak selalu dijadikan sebagai objek dalam proses pembangunan bangsa. Oleh sebab itu perlu dilakukan berbagai langkah agar dapat mengubah kondisi ini sehingga buruh bisa menjadi subjek dalam proses pembangunan. Jadi bagaimana melakukan pembinaan dan perlindungan untuk menuju pada sebuah kesejahteraan. “Bagaimana kita memperjuangkan pekerja-pekerja kita agar tidak selalu hanya menjadi objek dalam proses pembangunan melalui perusahaan-perusahaan  yang ada,”terangnya kepada wartawan saat ditemui di kediaman Uskup Agung Merauke belum lama ini.

Apalagi jika sudah diperhadapkan dengan masalah UMP sehingga hal tersebut kerap dipermasalahkan. Namun jika kita bisa mengubah minset mereka agar dapat menjadi subjek dalam proses pembangunan bangsa melalui usaha-usaha yang ada maka semua akan dapat berjalan sebagimana mestinya, seiring dengan perubahan  dan perkembangan teknologi yang ada saat ini. Jadi ada industrialisasi di dalamnya. Salah satu contoh di kawasan transmigrasi dimana banyak areal persawahan yang dikelola oleh warga setempat namun bagaimana degan nasib anak-anak yang disekolahkan?

Apakah begitu lulus mereka akan kembali mencangkul?  Namun dengan industrialisasi teknologi yang ada sekarang tentunya para lulusan ini akan kembali dengan penuh kebanggaan berbekal pendidikan yang sudah didapat  untuk melakukan perubahan-perubahan dalam pengolahan sawah tersebut. Jadi semua sudah mengandalkan teknologi dan ada sebuah kebanggaan di dalamnya. Tidak hanya monoton menjalani kehidupan yang hanya begitu-begitu saja dan hanya selalu menjadi objek dalam proses kehidupan mereka, tentu sangat disayangkan.

Dibaca 68 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX