Cuaca Ekstrim Berdampak Minimnya Pertumbuhan Ekonomi | Pasific Pos.com

| 10 December, 2019 |

Areal persawahan di Merauke (foto:ist) Areal persawahan di Merauke (foto:ist)

Cuaca Ekstrim Berdampak Minimnya Pertumbuhan Ekonomi

Papua Selatan Penulis  Rabu, 10 April 2019 23:55 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Manager Tim Advissory Ekonomi dan Keuangan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Muh.Azkaenza mengemukakan bahwa pada kegiatan diseminasi kajian ekonomi keuangan regional yang rilis Februari 2019 membahas keseluruhan 2018 dan triwulan IV 2018 yang meliputi perkembangan ekonomi, inflasi dan bagaimana proyeksi ke depan. Memang untuk keseluruhan 2018 kita cukup tinggi sekitar 7,33% namun masih disumbang oleh pertambangan. Untuk di Papua, sekitar 68% tenaga kerja yang ada dominan bekerja di bidang pertanian, perikanan dan peternakan.

“Untuk pertambangan memang sudah cukup tinggi dan ke depan kita harus mengembangkan yang berkaitan dengan pertanian karena 68% penduduk Papua bekerja di sector pertanian.  Pertumbuhan ekonomi untuk keseluruhan 2018 sebesar 7,33% dan angka ini memang cukup tinggi namun disumbang oleh tambang. Sedangkan di bidang pertanian masih sangat sedikit, baru sekitar 2% tetapi di 2019 kita proyeksi akan lebih kecil lagi pertumbuhannya karena cuaca yang sangat ekstrim,”terangnya kepada wartawan di Swiss-Belhotel belum lama ini.

Dalam hal ini untuk di Papua kawasan selatan maupun utara mengalami cuaca yang sama-sama ekstrim dimana untuk di utara curah hujannya tinggi namun di selatan tergolong rendah. Akhirnya menyebabkan pasokan dan produksi menjadi minim sehingga pertumbuhan ekonomi ikut minim dan berdampak pada inflasi yang tinggi. Seperti diketahui di Sentani tengah tertimpa musibah banjir bandang dan di Merauke juga mengalami banjir. Adapun langkah-langkah yang perlu dilakukan pemerintah adalah peningkatan kapasitas dari keseluruhan di Papua untuk memproduksi itu karena di BI sendiri sudah ada semacam pengembangan komoditas berbasis klaster. Jadi sejumlah produk yang menjadi komoditas utama memang harus dibantu untuk produktifitas yang lebih tinggi.

Dibaca 116 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.