Medali Emas PON Jadi Target Pengrov Perbasasi Papua | Pasific Pos.com

| 17 November, 2019 |

Ketua PB Perbasasi Andika Monoarfa foto bersama dengan pengurus provinsi Perbasasi Papua usai pelantikan, akhir pekan kemarin. Ketua PB Perbasasi Andika Monoarfa foto bersama dengan pengurus provinsi Perbasasi Papua usai pelantikan, akhir pekan kemarin.

Medali Emas PON Jadi Target Pengrov Perbasasi Papua

Olahraga Penulis  Senin, 08 April 2019 01:45 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Kepengurusan baru Persatuan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia (Perbasasi) Papua resmi dilantik oleh ketua PB Perbasasi Andika Monoarfa. Yan Yap Ormuseray  didapuk sebagai Ketua Umum Perbasasi Papua.
Usai dilantik, Pengurus Perbasasi Papua mengusung target untuk bisa menyabet medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020.

Yan Ormuseray, menilai target tersebut tidak muluk. Melihat peta persaingan, dan medali emas bukan hal yang mustahil didapat.

“PON Riau dan Jabar kita meraih medali perak, saatnya Papua meraih medali emas di rumahnya sendiri,” ungkap Ormuseray dalam arahannya pada pelantikan Pengurus Perbasasi Papua di Jayapura, akhir pekan kemarin.
Ormuseray juga menargetkan medali emas dari biseball putra. “kami optimistis dengan target, meski baseball selama ini belum memberikan prestasi yang bagus,” ujarnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Kadis Kehutanan Provinsi Papua ini mengharapkan pada penyelenggaraan PON XX/2020 akan lebih banyak atlet asli Papua yang bertarung di ajang olahraga empat tahunan itu berdasarkan perintah Gubernur Papua yang juga meminta harus lebih banyak memakai atlet lokal Papua.

“Momentum pelantikan ini diharapkan sebagai langkah awal untuk saling berkomunikasi, menata semangat kedepan bersama-sama menyukseskan PON nantinya,” katanya.

Selain itu, pembinaan softball dan baseball usia dini jadi perhatian seriusnya. "Untuk usia dini menjadi berhatian dan selama ini programnya sudah berjalan," tambahnya.

Dibaca 176 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX