Kemenag Kanwil Papua Rilis Biaya Haji 2019 | Pasific Pos.com

| 12 December, 2019 |

Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Papua, Pdt. Amsal Yowei Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Papua, Pdt. Amsal Yowei

Kemenag Kanwil Papua Rilis Biaya Haji 2019

Info Papua Penulis  Kamis, 04 April 2019 20:25 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Pemerintah telah mengeluarkan besaran biaya haji untuk tahun 2019. Pengumuman ini disampaikan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 8 Tahun 2019 tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji ( BPIH) tahun 1440H/2019M.

Keppres ini mengatur BPIH untuk Tim Petugas Haji Daerah (TPHD) dan jemaah haji reguler.  

Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Papua, Pdt. Amsal Yowei saat ditemui wartawan di Jayapura, Kamis (4/4/2019) mengatakan, biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1440 H/2019 M untuk Provinsi Papua yang tergolong dalam embarkasi Makassar ditetapkan sebesar Rp.39 juta lebih bagi Jemaah haji regular. Sementara Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) sebesar Rp.75 juta lebih.

"Besaran BPIH untuk masing-masing Embarkasi berbeda-beda. Hal ini disesuaikan dengan jarak tempuhnya," kata Amsal.
Ia menambahkan, penetapan BPIH tahun 2019 ini terdiri dari BPIH yang dibayar oleh Jemaah haji (Direct Cost) dan BPIH yang bersumber dari nilai manfaat (Inderect Cost).

"Direct Cost atau BPIH yang dibayar langsung Jemaah haji digunakan untuk biaya penerbangan dan biaya tinggal, sedangkan Inderect cost berasal dari danan optimalisasi haji atau dana pengembangan setoran awal," ujarnya.

Amsal menyebutkan, waktu pelunasan BPIH terbagi dalam dua tahap. Tahap pertama dimulai sejak 19 maret hingga 15 April 2019, sementara tahap kedua dimulai pada 30 April hingga 10 Mei 2019.

"Jemaah dapat menyetorkan pelunasan BPIH di masing-masing bank atau dengan metode non teller seperti melalui internet banking. Setelah itu, foto copy hasil print out setoran pelunasan diserahkan ke Kantor Kemenag setempat serta membawa pasa foto 3x4 sebanyak 10 lembar," katanya.

Sementara itu, Amsal berujar, Jemaah haji yang sudah pernah berhaji akan dikenakan visa progressive sebesar Rp.7 juta lebih yang dibayarkan pada saat pelunasan BPIH.

"Sebelum melakukan pelunasan, Jemaah haji diwajibkan untuk memeriksa kesehatan di Puskesmas terdekat untuk mengetahui kesehatan Jemaah haji apakah berstatus istitha'ah, istitha'ah sementara atau tidak istitha'ah," imbuhnya.

Dibaca 166 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.