Kabandara: ”Padat Karya Berdayakan Masyarakat Marginal” | Pasific Pos.com

| 21 August, 2019 |

Kegiatan padat karya yang berlangsung kemarin (foto:iis) Kegiatan padat karya yang berlangsung kemarin (foto:iis)

Kabandara: ”Padat Karya Berdayakan Masyarakat Marginal”

Papua Selatan Penulis  Kamis, 04 April 2019 19:48 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Kepala UPBU Kelas 1 Mopah Merauke, Agus Irianto mengemukakan bahwa padat karya merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat marginal yang bersifat produktif berdasarkan pemanfaatan sumber daya alam, tenaga kerja dan teknologi lokal dalam rangka mengurangi kemiskinan guna meningkatkan pendapatan dan menurunkan angka kemiskinan. Dasar hukum yang melandasi program padat karya adalah Peraturan Menteri Perhubungan 73 Tahun 2018 dan jenis kegiatannya antara lain pekerjaan penanaman atau pemotongan rumput dimana kegiatan padat karya di seluruh jajaran UPBU dilaksanakan tanpa menggunakan alat berat atau membutuhkan skill yang tinggi.

Alat yang digunakanpun cukup sederhana termasuk alat yang digunakan untuk pekerjaan lain seperti pengecatan. Selain itu ada pula pembuatan saluran atau drainase sisi darat dalam skala kecil serta pekerjaan galian dan timbunan kabel. Namun untuk kali ini yang akan dikerjakan adalah pemotongan rumput dan alang-alang di sekitar perkantoran Bandara Mopah.  “Penerima manfaat dari program padat karya yaitu masyarakat pelaku usaha kecil terutama komoditas unggulan. Dalam hal ini warga di sekitar bandara yang memiliki mata pencaharian lain namun masih dalam skala kecil. Misalnya sebagai petani sederhana yang dipandang perlu untuk dilibatkan,”terangnya pada pembukaan kegiatan padat karya di Gedung EOC kemarin.

Lebih lanjut ia menjelaskan, program padat karya di lingkup UPBU Kelas 1 Mopah Merauke akan dilaksanakan 3 kali. Peserta padat karya dilibatkan di sekitar bandara namun jika di sekitar bandara sudah terdapat masyarakat yang maju maka tidak dilibatkan. Adapun dampak dari kegiatan ini antara lain peningkatan produksi dan nilai tambah, baik dari pihak bandara maupun peserta itu sendiri. Manfaat lain yaitu perluasan kesempatan kerja namun sifatnya sementara karena bisa saja hanya dilaksanakan beberapa hari atau hanya seminggu. Selanjutnya perluasan akses pelayanan dasar dan peningkatan aksebilitas desa. “Jadi sangat berdampak pada daerah-daerah yang terpencil dimana program padat karya ini dapat membuka daerah yang terisolir,”pungkasnya.

Dibaca 189 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.